Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Makanan Khas Bendul, Kudapan Kesukaan HB VIII di Pasar Sore Ramadan Warungboto yang Perdana Digelar Tahun Ini: Inovasi Baru Penggerak UMKM

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 5 Maret 2025 | 03:47 WIB
Suasana Pasar Ramadan Warungboto, Selasa (4/3/2025).
Suasana Pasar Ramadan Warungboto, Selasa (4/3/2025).

JOGJA - Pasar tiban Ramadan kini hadir tak hanya di Kampung Ramadan Jogokaryan, tetapi juga merambah berbagai penjuru kampung kecil di Kota Jogja.

Salah satu gebrakan baru yang muncul tahun ini adalah Pasar Ramadan Warungboto, yang digagas oleh warga setempat sebagai wadah bagi UMKM.

“Ini merupakan inisiatif dari Kampung Preneur Kelurahan Warungboto. Ini kali pertama diadakan di Jalan Perwira, Glagahsari,” ujar Lurah Warungboto Weda Satriyo saat ditemui di lokasi pasar, Selasa (4/3/2025).

Sekitar pukul 16.00, puluhan pengunjung mulai memadati gang sempit di Jalan Perwira, Glagahsari, tempat pasar berlangsung.

Di sepanjang gang tersebut, tampak para pedagang menawarkan berbagai macam makanan dan minuman.

Dari pecel, bakmi, gorengan, hingga makanan kekinian seperti telur gulung dan dimsum. Suasana semakin meriah dengan kunjungan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, yang secara resmi membuka Pasar Ramadan Warungboto.

"Ini bentukan baru untuk mewadahi UMKM yang ada di Warungboto ini," tuturnya.

Sekitar 50 pedagang turut serta dalam acara ini, dengan total 25 tenda yang menampung dua pedagang di setiap tenda.

Selain makanan, para pedagang juga menawarkan berbagai asesoris. Salah satu makanan khas yang ditawarkan di Pasar Ramadan Warungboto adalah bendul, yaitu roti yang terbuat dari ketela, yang merupakan kesukaan Ngarsa Dalem HB VIII dan kini menjadi makanan khas kampung wisata Warungboto.

“Selain bendul, mayoritas makanan yang dijual di sini adalah makanan kekinian. Lokasi di gang ini agar aksesnya lebih mudah dan tertata,” jelas Weda.

Pasar Ramadan Warungboto dimulai sejak 2 hingga 21 Maret. Pengunjung banyak berdatangan sekitar pukul 16.00-17.00.

Weda berharap acara ini dapat menjadi kegiatan rutin tahunan yang dapat mendukung ekonomi lokal dan UMKM.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pasar Ramadan merupakan bagian dari pendorong ekonomi lokal. Perputaran ekonomi masyarakat khususnya UMKM diharapkan bisa terbentuk dalam acara tersebut.

"Saya akan mendorong acara ini agar terselenggara setiap tahun," ujarnya.

Hasto menambahkan, usai mengikuti agenda retret di Magelang, pihaknya mendapat arahan dari presiden dan menteri untuk mendorong masyarakat lebih mandiri secara ekonomi.

Pasar Ramadan Warungboto ini, menurutnya, adalah salah satu langkah konkret untuk mewujudkan berdikari atau kemandirian ekonomi masyarakat. “Madep mantep mangan panganane dewe, madep mantep ngombe wedange dewe," kelakarnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kota Jogja #HB VIII #Pasar Tiban #Penggerak #Warungboto #pasar sore ramadan #ramadan #UMKM