JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja mengklaim ketersediaan beras selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri dipastikan aman. Sebab stok salah satu bahan pokok bagi masyarakat itu mencapai 4.400 ton.
Kepala DPP Kota Jogja Sukidi mengatakan, kebutuhan beras di Kota Jogja dalam sebulan berkisar 1.540 ton. Jika ketersediaan beras saat ini mencapai 4.400 ton. Maka kebutuhan beras bagi masyarakat akan tercukupi hingga tiga bulan kedepan.
Dengan kondisi tersebut, Sukidi meminta agar masyarakat tidak perlu melakukan panic buying atau membeli komoditas beras secara berlebihan. Apalagi selama ini Kota Jogja juga tidak pernah mengalami kekurangan stok beras.
“Setiap bulannya kami juga mendatangkan stok beras dari daerah-daerah penyangga,” ujar Sukidi, Selasa (4/3/2025).
Mantan Sekretaris DPP Kota Jogja itu membeberkan, stok beras di Kota Jogja selama ini dipasok oleh sejumlah daerah produsen padi. Seperti kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo. Kemudian juga dari Delanggu, Klaten, Sukoharjo, Purworejo dan Blitar untuk jenis beras kualitas medium.
Diakui Sukidi, kondisi Kota Jogja yang minim lahan pertanian memang membuat wilayahnya tidak bisa memproduksi beras secara mandiri. Adapun luas lahan pertanian di Kota Jogja mencapai sekitar 32,07 hektar. Dari jumlah itu hanya mampu menghasilkan beras 6 ton beras per hektar.
“Hasil panen beras dari lahan pertanian Kota Jogja habis dikonsumsi masyarakat dalam empat hari,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja Sri Riswanti mengaku, pihaknya juga mengupayakan harga beras tetap stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri. Upayanya dilakukan dengan kegiatan operasi pasar murah di 14 kemantren.
Riswanti menyebut, operasi pasar murah merupakan salah satu langkah strategis pengendalian inflasi. Sebab dalam kegiatan tersebut komoditas bahan pokok seperti beras, tepung, minyak goreng dan telur dijual dengan harga dibawah pasaran.
Disamping itu, tiga kemantren dengan jumlah warga miskin lebih banyak dibandingkan wilayah lain juga mendapatkan kuota lebih banyak sebesar 6 ton dari umumnya 4 ton.
Sasaran lebih besar pasokan bahan pokok itu menyasar kemantren Umbulharjo, Mergangsan, dan Gondokusuman.
“Kami memastikan untuk operasi pasar murah harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), agar masyarakat bisa mendapatkan barang dengan harga terjangkau,” tegas Riswanti. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin