Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Keempat Diteken Gubernur DIY, Bibit Siklon Tropis 99s Menghilang

Agung Dwi Prakoso • Senin, 3 Maret 2025 | 23:16 WIB
TERDAMPAK: Pohon yang tumbang karena bencana hidrometeorologi di pinggir jalan kawasan Condongcatur, Depok, Sleman Senin (2/12/2024).
TERDAMPAK: Pohon yang tumbang karena bencana hidrometeorologi di pinggir jalan kawasan Condongcatur, Depok, Sleman Senin (2/12/2024).

JOGJA - Status siaga darurat bencana hidrometerologi di DIY resmi diperpanjang keempat kalinya mulai 3 Maret-8 April. Bibit Siklon Tropis 99s yang sempat mendekat saat ini sudah menghilang. 

Surat Keputusan (SK) Gubernur DIJ nomor 84 Tahun 2025 tentang penetapan perpanjangan keempat status siaga darirat bencana hidrometeorologi di DIY telah diteken oleh Gubernur pada 25 Februari 2025. Artinya wilayah DIY berpotensi terjadi bencana banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem dalam sebulan ke depan. 

"Update terakhir bibit siklon tropis 99s sudah tidak ada," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad saat dikonfirmasi, Senin (3/3/2025). 

Walaupun bibit siklon sudah menghilang, Noviar mengatakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di DIY. Terlebih informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mengatakan hari ini hingga beberapa hari ke depan berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat. 

"Maka walaupun bibit siklon menghilang, potensi cuaca ekstrem tetap ada hingga satu bukan ke depan," tuturnya. 

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap cuaca esktrem dengan cara selalu mengecek informasi dari BMKG. Dari lima kabupaten dan satu kota di DIY, hanya ada satu daerah yang menerapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi yakni Kabupaten Kulon Progo.

"Untuk bulan ini belum tahu, apakah diperpanjang atau malah diturunkan menjadi siaga," bebernya. 

Berbagai macam peralatan kebencanaan juga diadakan seperti angkong, linggis, cangkul, sekop dan alat lainnya. Terlebih di lokasi-lokasi yang rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang seperti di Kulon Progo. 

"Masyarakat membantu untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang dianggap atau berpotensi tumbang," jelasnya. (oso) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Yogyakarta #Cuaca Ekstrem #bencana hidrometeorologi #Jogja