JOGJA - Masyarakat Jogja mengikuti salat Tarawih hari pertama Jumat (28/2) malam. Menyusul ditetapkannya hari pertama puasa atau 1 Ramadan 1446 Hijriah oleh Kementerian Agama RI pada 1 Maret 2025. Ketentuan tersebut pun sama dengan Muhammadiyah yang telah menetapkan puasa Ramadan lebih dulu.
Baca Juga: Anak SD Jadi Korban Pelecehan Seksual di Pesanggrahan Jaksel, Pelaku Pamer Kelamin di Siang Bolong
Antusiasme umat muslim untuk mengikuti ibadah yang dilaksanakan setiap Ramadan itu pun tampak sangat tinggi. Terbukti dengan melubernya jemaah di beberapa masjid. Seperti halnya di Masjid Gedhe Kauman. Sebab masjid yang bisa menampung sekitar 2.000 orang tersebut hampir penuh. Namun jumlah ini biasa bertahan hingga pertengahan Ramadan. “Setelah memasuki awal Ramadan kemungkinan jumlah jemaah hanya berkisar 500-800 orang saja,” beber Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Azman Latif.
Latif menyebut, pelaksanaan Tarawih sebelumnya tidak mengacu pada ketetapan pemerintah. Terlebih sebelumnya, awal Ramadan yang ditetapkan pemerintah bertepatan dengan 2 Maret.
Sedangkan Masjid Gedhe Kauman, melaksanakan Tarawih berdasarkan pada hisab. Yakni penghitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menghitung awal Ramadan. “Secara ilmiah sudah tinggi posisi hilal,” ujar Azman. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita