JOGJA - Produksi sampah selama bulan Ramadhan diprediksi meningkat. Sehingga Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja pun menghimbau pengelola masjid bisa ikut meminimalisasi timbulan sampah.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja Nadhif mengatakan, selama bulan Ramadhan tidak menutup kemungkinan produksi sampah akan meningkat. Itu seiring dengan banyaknya kegiatan selama bulan Ramadhan.
Nadhif menyebut, salah satu penyumbang sampah selama bulan Ramadhan berasal dari bungkus makanan takjil. Oleh karena itu, dia pun meminta agar pengelola masjid dapat menggunakan bahan ramah lingkungan.
Menurutnya, pengelolaan sampah oleh pengurus masjid selama bulan Ramadhan menjadi hal penting. Apalagi Kota Jogja juga tengah menghadapi situasi darurat sampah.
Upaya yang dapat dilakukan di antaranya dengan tidak menggunakan peralatan seperti gelas dan piring yang berbahan plastik atau kardus. Kemudian sisa makanan pun diharapkan dapat diolah melalui metode biopori agar tidak menimbulkan bau atau kerumunan lalat.
“Kami sudah meminta agar pengelola masjid dapat mengelola sampah dengan baik, agar selama ibadah ramadhan ini tidak menambah produksi sampah,” ujar Nadhif, Jumat (28/2/2025).
Menurut Nadhif, jumlah tempat ibadah umat muslim di Kota Jogja mencapai 1.054 titik. Terdiri dari 542 masjid dan 512 mushola. Jika sampah tidak dikelola dengan baik, tentu timbulan sampah dari aktivitas tempat ibadah tersebut akan tinggi selama bulan Ramadhan.
Dia pun menegaskan, bahwa Kemenag Kota Jogja juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk menertibkan surat edaran kepada pengelola masjid. Sehingga upaya pengurangan sampah pun bisa lebih optimal diterapkan oleh seluruh masjid di Kota Jogja.
“Nanti kami akan terbitkan surat edaran yang ditandatangani oleh kepala daerah,” terang Nadhif.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan meminta, agar masyarakat mendukung program penanganan sampah di tingkat hulu. Yakni dengan mewujudkan program pengelolaan sampah melalui proses Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
Baca Juga: Resep Segar Es Timun Suri, Minuman Favorit Saat Ramadan
Wawan pun menegaskan, bahwa pemkot secara persuasif juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Sehingga harapannya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampahnya sendiri pun bisa tumbuh.
“Masyarakat diharapkan dapat paham tentang pentingnya bersama-sama menangani sampah di Kota Jogja,” katanya. (inu).
Editor : Iwa Ikhwanudin