Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disperindag DIY Lakukan Pantauan Bapok di Pasar Beringharjo dan Prawirotaman, Sebut Kenaikan Harga Tidak Signifikan

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 26 Februari 2025 | 14:05 WIB

 

 

Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati.
Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati.

JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY melakukan pemantauan harga komoditas bahan pokok (bapok) di pasaran menjelang Ramadan. Beberapa harga komoditas di Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo mengalami kenaikan. Hanya saja, keniakan harga tidak signifikan.

Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati mencontohkan, kenaikan harga seperti pada gula pasir kemasan. Hanya sekitar Rp 250 sampai Rp 500 per kilogramnya. Jika rata-rata pekan ini Rp 17.500 per kilogram, kenaikan menjadi Rp 17.667.

"Sedangkan minyak goreng curah naik jadi Rp 17.584 secara secara rata-rata . Kalau yang kemasan premium stabil di harga Rp 19.500," tuturnya.

 Baca Juga: Jadi Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman, Budi Santosa Akan Langsung Evaluasi Program WiFi Gratis

Komoditas lainnya yang mengalami kenaikan adalah daging ayam yang naik sekitar Rp 800. Dari harga awal sekitar Rp 33.000. Kemudian telur ayam dari Rp 26.584 menjadi Rp 28.667 per kilogram. "Bahkan ada yang menginfokan sampai Rp 29 ribu," sebutnya.

Beberapa komoditas cabai juga mengalami kenaikan. Seperti cabai rawit merah yang semula Rp 60.500 menjadi Rp 70.500. Cabai merah keriting dari Rp 40.800 menjadi Rp 45.000. Sedangkan cabai rawit hinau malah mengalami penurunan dari Rp 78.000 menjadi Rp 70.000 per kilogramnya.

"Komoditas cabai harus mendapat perhatian khusus, terlebih di musim hujan dan kondisi cuaca yang tak menenentu," jelasnya.

Dalam rangka stabilisasi harga komoditas bapok menjelang Ramadan, disperindag juga akan menyelenggarakan pasar murah di setiap kabupaten/kota. "Hari ini (kemarin, Red) ada juga di Sleman, nanti 27 Februari di Dlingo," bebernya.

 Baca Juga: Pemprov Jateng Komitmen Sukseskan Program Swasembada Pangan

Disperindag DIY menggandeng distributor untuk penyelenggaraan program pasar murah. "Mereka mengatakan stok bapok mulai Ramadan hingga Lebaran aman," tegasnya.

Selain pasar murah, operasi pasar juga terus dilaksanakan. Khususnya di enam pasar pantauan di DIY. Mulai dari Pasar Argosari, Pasar Beringharjo, Pasar Imogiri, Pasar Pawirotaman, Pasar Sleman, dan Pasar Wates.

 

Sementara itu, pedagang sayur di daerah Piyungan, Bantul Ika Subekti mengatakan, kenaikan harga komoditas beberapa bapok terjadi setiap hari. Cabai rawit merah yang awalnya Rp 70 ribu, saat ini mencapai Rp 90 ribu.

"Ayam potong juga naik terus, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 33 ribu," ujarnya.

Kenaikan juga terjadi di komoditas gula pasir, telur dan minyak goreng. "Kalau minyak goreng naik Rp 1.000 jadi Rp 21 ribu untuk satu liternya," tuturnya. (oso/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pemantauan Harga #pasar beringharjo #komoditas bahan pokok #DIY #harga #dinas perindustrian dan perdagangan #ramadan #Disperindag DIY #Disperindag #Pasar Prawirotaman #lebaran #bapok