Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Perketat Penanganan Bencana Kebakaran di Kawasan Cagar Budaya

Iwan Nurwanto • Rabu, 19 Februari 2025 | 21:32 WIB
Ilustras bangunan cagar budaya: Warga melintas di kawasan cagar budaya Buk Renteng, Banyurejo, Tempel, Sleman, Senin (6/5).
Ilustras bangunan cagar budaya: Warga melintas di kawasan cagar budaya Buk Renteng, Banyurejo, Tempel, Sleman, Senin (6/5).

JOGJA - Pemerintah kota (Pemkot) melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja menambah sistem jaringan hidran kering berbasis kampung. Pada tahun ini sasarannya di Kampung Purbayan, Kotagede.

Kepala Damkarmat Kota Jogja Taokhid mengatakan, pemasangan hidran kampung di wilayah tersebut dilakukan sebagai upaya penanganan kebakaran. Khususnya di kawasan padat penduduk yang selama ini sulit diakses mobil pemadam kebakaran.

Lebih dari itu, kata Taokhid, wilayah kampung Purbayan juga memiliki banyak bangunan tua karena merupakan kawasan cagar budaya. Kondisi itu, memungkinkan api sangat cepat untuk membakar bangunan dan meluaskan dampaknya ke pemukiman penduduk.

“Ketika ada kejadian kebakaran cepat sekali dampaknya,” ujar Taokhid, Rabu (19/2/2025).

Pembangunan hidran kampung di Purbayan, menurut dia juga sudah disusulkan lama oleh masyarakat. Sehingga Detail Engineering Design (DED) hidran kampung pun ditempatkan pada satu titik yang dapat menjangkau RW 12, RW 13 dan RW 14 kelurahan Purbayan.

Selain sudah memasang di kawasan cagar budaya, Taokhid mengaku, pihaknya juga sedang mengusulkan pembangunan hidran kampung pada kawasan-kawasan penyangga sumbu filosofi. Realisasinya bisa menggunakan dana keistimewaan (danais). Namun prosesnya tentu tidak bisa cepat karena harus bertingkat sampai pemerintah provinsi.

Diakuinya, rencana dan permintaan pemasangan hidran kampung di wilayah Kota Jogja cukup banyak. Namun karena terbatasnya kemampuan anggaran, pemasangannya pun hanya bisa dilakukan satu titik dalam setahun.

Sejauh ini, jumlah hidran kampung di Kota Jogja baru 16 titik yang tersebar di kampung Notoprajan, Pathuk, Kauman dan Prawirodirjan. Sementara titik-titik prioritas yang belum dilakukan pemasangan hidran kampung berjumlah 19 titik.

“Kondisi kampung di Kota Jogja itu akses jalannya kecil-kecil. Sehingga mobil damkar tidak biasa masuk dan antisipasi penangananya dengan hidran kampung,” terang Taokhid.

Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Kota Jogja Moch Nur Faiq menambahkan, nilai pengadaan hidran kampung di Purbayan sekitar Rp 1,6 miliar. Anggaran tersebut berasal dari APBD murni tahun 2025.

Dia menyampaikan, kalau pembangunan hidran kampung di Purbayan akan dimulai triwulan kedua atau sekitar bulan April. Kampung Purbayan memang menjadi prioritas karena masuk wilayah rawan kebakaran.

“Dikarenakan padat penduduk sehingga rawan risiko kebakaran, serta masuk kawasan strategis kawasan cagar budaya,” beber Faiq. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kawasan cagar budaya #Kebakaran #kawasan #cagar budaya #Pemkot Jogja #cagar budaya benteng keraton #bencana kebakaran