Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bulog Yogyakarta Serap 180 Ton Gabah Kering Panen dari Petani Sesuai HPP

Gregorius Bramantyo • Rabu, 19 Februari 2025 | 05:15 WIB

Perum Bulog Kanwil Yogyakarta menyerap 180 ton gabah kering panen dari petani sesuai HPP senilai Rp 6.500 per kilogram.
Perum Bulog Kanwil Yogyakarta menyerap 180 ton gabah kering panen dari petani sesuai HPP senilai Rp 6.500 per kilogram.
 

JOGJA – Perum Bulog Kanwil Yogyakarta melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) sebanyak 180 ton dan 5.900 ton beras dari petani. Penyerapan GKP dilakukan sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp 6.500 per kilogram. Hal itu sesuai dengan keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Ninik Setyowati menyampaikan, penyerapan GKP dilakukan di semua lokasi. Metodenya adalah dengan aktif menurunkan Tim Jemput Gabah dari satuan tugas (satgas) Bulog Kanwil Yogyakarta. Bekerjasama dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, dan Kodim (Babinsa) untuk mendapatkan informasi lokasi-lokasi yang sedang panen.

 Baca Juga: Sembilan Belas Mahasiswa Asing Belajar Tari Nawung Sekar di Jogja

“Sehingga nantinya GKP bisa diserap oleh Bulog dan para petani atau kelompok tani menerima harga GKP sebesar Rp 6.500 per kilogram,” kata Ninik, Selasa (18/2/2025).

Dia menyebut, pihaknya berkomitmen untuk menyerap beras dan gabah dari petani untuk mendukung program swasembada pangan. Dalam rangka memaksimalkan penyerapan gabah dan beras, Perum Bulog telah menandatangani komitmen bersama DPKP DIY, Perpadi, serta TNI AD. Tujuannya untuk mendukung swasembada beras di DIY. Untuk memaksimalkan penyerapan gabah dan beras, Bulog Kanwil Yogyakarta juga telah mendirikan posko penyerapan gabah. “Posko tersebut tersebar di seluruh gudang Bulog yang ada di setiap kabupaten di DIY,” ujar Ninik.

 Baca Juga: Kronologi Kematian Sapi Karena Antraks di Girisubo Gunungkidul, Nafsu Makan Sapi Turun Perut Panas

Kepala DPKP DIY Syam Arjayanti menjelaskan, luasan panen pada periode Januari hingga Maret 2025 diperkirakan seluas 51.346 hektare. Rinciannya pada Januari 2025 seluas 5.695 hektare, Februari 2025 seluas 24.623 hektare, dan Maret 2025 seluas 21.028 hektare.

Sementara produksi padi gabah kering giling (GKG) pada Januari 2025 diprediksi mencapai 31.720 ton, Februari 2025 sebesar 116.780 ton, Maret 2025 adalah 104.772 ton.

 Baca Juga: Produksi Rata-Rata Ikan Konsumsi di Kabupaten Sleman Tiap Bulan Capai 4.600 Ton

“Tidak ada puso di periode ini. Secara total Januari sampai Maret 2025 diperkirakan panen akan menghasilkan 253.272 ton. Harapannya serapan gabah Bulog bisa optimal sehingga menambah stok cadangan pangan nasional,” ucapnya. (tyo)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Perum Bulog Kanwil Yogyakarta #gabah kering giling #gabah kering panen #swasembada beras #beras #Harga Pembelian Pemerintah #DPKP DIY #gkg #panen #Penyerapan #DIY #gudang bulog #Petani #GKP #Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan