JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyelenggarakan upacara rutin yang diikuti seluruh pegawai Pemkot Jogja di Lapangan Balai Kota, Timoho, Senin (17/2/2025).
Ratusan pegawai Pemkot Jogja juga ikut dalam upacara terakhir bersama Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto sebelum purna tugas.
"Selama sembilan bulan ini, terimakasih atas kerjasama yang terjalin di Pemkot Jogja," ujar Pj Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto, Senin (17/2/2025).
Sembilan bulan masa kepimpinannya, berbagai tantangan krusial telah dilalui.
Khususnya terkait dengan pengelolaan sampah dan penataan kawasan Teras Malioboro yang selalu hangat diperbincangkan.
Ia berharap permasalahan-permasalah di Kota Jogja dapat segera diselesaikan dnegan baik di bawah kepimpinan yang baru.
"Masyarakat Kota Jogja saling bahu membahu untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan," tuturnya.
Masa pergantian estafet kepemimpinan Pemkot Jogja tinggal beberapa hari lagi.
Pasangan Wali Kota Jogja terpih yakni Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan akan segera dilantik pada 20 Februari di Jakarta.
Selanjutnya Sugeng kemungkinan akan ditarik ke posisi sebelumnya sebagai bagian dari pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY.
"Saya mohon pamit, semoga kita semua bisa bertemu dalam situasi dan kondisi yang lebih baik di masa depan," terangnya.
Menurutnya selama memimpin pemerintahan di Kota Jogja posisi Pemkot Jogja sudah tertata.
Selama sembilan bulan tersebut dirinya tidak menemukan permasalahan yang berarti baik secara personal maupun kolegial dengan seluruh pegawai.
"Saya masuk ke Balai Kota yang saya lihat adalah keramahtamahan dari seluruh jajaran pimpinan dan karyawan-karyawati," tuturnya.
Setelah dirinya bergeser, ia berharap di bawah kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan Pemkot Jogja dapat menyempurnakan program yang ada.
Perbedaan pendapat di dalam organisasi baginya adalah hal yang biasa.
Namun yang terpenting adalah bagaimana memelihara semangat kerja sama demi kepentingan bersama.
"Dengan pengalaman yang sudah ada, saya yakin Wali Kota Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dapat menciptakan situasi yang lebih baik, lebih maju, dan lebih aman untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nindyo Dewanto menambahkan peserta upacara diperkirakan sekitar 500-700 orang.
Ratusan orang tersebut merupakan perwakilan dari setiap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Kemantren dan Kelurahan di Kota Jogja.
"Karena ini kan upacara terakhir pak PJ Wali Kota (sebelum purna tugas) maka sebagai bentuk penghormatan," ujarnya.
Menurutnya per tanggal 20 Februari Sugeng Purwanto sudah purna tugas sebagai Pj Wali Kota Jogja.
Hal itu karena Pemkot Jogja per tanggal tersebut sudah mempunyai Wali Kota dan Wakil Wali Kota definitif.
"Pak Hasto dan pak Wawan kan sudah dilantik tanggal itu, otomatis statusnya sudah," terangnya.
Ia berharap adanya pergantian kepala daerah yang barus dapat membawa pembangunan yang semakin baik ke depannya, baik fisik ataupun non fisik secara luas. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin