JOGJA - Fasilitas Stadion Mandala Krida dinilai masih memerlukan penambahan perlengkapan seperti lampu lapangan dan sebagainya. Di tengah anggaran yang serba terbatas, Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) DIY membuka peluang untuk kerjasama dengan pihak swasta terkait penambahan fasilitas stadion.
Kepala Seksi Olahraga BPO Dindikpora DIY Danang Agus Yunianto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengajuan ke beberapa stake holder terkait untuk pengadaan sarpras Stadion Mandala Krida. Namun melihat kondisi anggaran yang saat ini banyak mengalami pemangkasan, dirinya tidak bisa berharap lebih.
"Pengajuan singke sheet dilakukan tahun ini ke pemerintah pusat, sound system dan scoring board juga akan kami mintakan," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (15/2/2025).
Pihaknya bahkan telah berkunjung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) intuk menyampaikan kebutuhan sarpras Stadion Mandala Krida. Menurutnya dengan adanya PSIM Yogyakarta yang aktif dalam persepakbolaan Indonesia, otomatis akan menbutuhkan dukungan dari pemerintah.
"Saya datang ke kementerian ke Jakarta dan menyampaikan kebutuhan Mandala Krida mengingat ada sepak bola disini yang butuh dukungan," tuturnya.
Kaitannya dengan kebutuhan lampu stadion, pada tahun 2023 pihaknya telah mengusulkan anggaran sekitar Rp 34 miliar. Namun karena anggaran yang cukup besar usulan tersebut tidak bisa ditembuskan ke pusat.
"Khusus lampu kami mengusulkan lewat APBD," terangnya.
Rencana pemasangan lampu terssbut akan dipasang dengan tiang yang berdiri sendiri. Hal itu karena melihat bangunan tribu Stadion Mandala Krida yang kurang pas apabila dipasangi lampu. Namun karena anggaran sedang terjadi banyak pemangkasan, ia menilai pengadaan sarpras memungkinkan untuk menggaet pihak swasta.
"Terlebih melihat PSIM kemungkinan mau naik ke liga satu, kurang satu poin," ujar Kasubag Tata Usaha BPO DIY Dwi Budi Astuti dalam kesempatan yang sama.
Rencana kerja sama dengan pihak swasta harus melalui perjanjian yang jelas. Perencanaan tersebut juga harus melalui koordinasi dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait. Walaupun bisa dilakukan, namun itu bukan pekerjaan yang mudah. Sampai saat ini dari BPO pun belum melakukan komunikasi dengan pihak swasta.
"Baru dengan Dinas PUPESDM kalau pihak swasta belum," terangnya.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono mengatakan saat ini Pemprov belum mempunyai anggaran penambahan sarpras Stadion Mandala Krida termasuk lampu. Terlebih tahun ini banyak yang terjadi pemangkasan anggaran.
"Dulu kami sempat mengusulkan renovasi Mandala Krida, bahkan sudah bersurat ke KPK. Namun, dengan adanya pengetatan anggaran mulai 2025, prioritas kami berubah," ujarnya.
Meski renovasi tidak dapat dilakukan waktu dekat, Beny menyatakan bahwa peluang kolaborasi dengan pihak swasta, khususnya manajemen PSIM, tetap terbuka. Komunikasi lebih intens untuk mencapai kesepakatan dapat dilakukan sebelum kerjasama itu terjalin.
"Jika manajemen PSIM berniat membangun fasilitas tersebut, kami siap untuk berdiskusi lebih lanjut," tambahnya. (oso)