JOGJA – Penerapan promo tiket kereta api dan pesawat, serta kebijakan diskon tarif dasar listik dari pemerintah pusat turut menyumbang deflasi pada awal tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat tingkat deflasi pada Januari menyentuh angka 0,35 persen dibandingkan Desember 2024 lalu.
Kepala BPS Kota Jogja Mainil Asni mengatakan, kedua sektor tersebut memang menjadi penyumbang deflasi cukup besar.
Hal ini, karena dengan penerapan tersebut dari segi harga beli barang tentu lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kondisi ini cukup berbeda dibandingkan tiga tahun terakhir, sebab kecenderungan setiap awal tahun selalu terjadi inflasi,” katanya saat ditemui, Senin (3/2/2025).
Mainil menyebut, deflasi pada awal tahun ini juga merupakan catatan pertama kali setelah tiga tahun terakhir.
Berdasar hasil survei BPS Kota Jogja, tiap awal tahun cenderung selalu terjadi inflasi bukan deflasi.
“Faktornya karena listrik dan tiket transportasi yang diadakan promo, sehingga tidak mempengaruhi peningkatan harga barang atau inflasi,” ujarnya.
Meskipun secara umum terjadi deflasi, bukan berarti tidak ada komoditas di Kota Jogja yang mengalami kenaikan harga.
BPS Kota Jogja mencatat kelompok makanan dan minuman menjadi penyumbang inflasi terbesar pada bulan Januari dengan angka 4,19 persen.
Kemudian disusul kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil inflasi sebesar 1,94 persen.
Lalu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang inflasi sebesar 0,97 persen.
Mainil menilai, banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja pada akhir dan awal tahun menjadi penyebab beberapa komoditas tersebut sebagai penyumbang inflasi.
Disamping itu, kondisi musim penghujan juga berpengaruh terhadap ketersediaan barang atau komoditas pokok.
“Jadi ada gabungan penyebab inflasi karena meningkatnya kunjungan dan faktor alam. Beberapa komoditas seperti cabai sepertinya sulit dicari, walaupun tidak berlangsung lama,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja Muhammad Zandaru Budi Purwanto mencatat ada 10,9 juta wisatawan yang datang ke Kota Jogja selama 2024.
Jumlah itu melampaui target lima juta wisatawan yang sebelumnya sudah ditetapkan.
Zandaru juga mencatat peningkatan belanja wisatawan selama satu tahun terakhir mencapai Rp 2,259 juta.
Jumlah ini juga melampau dari target yang ditentukan sebesar Rp 2 juta.
“Sementara untuk length of stay dari target kami 1,8 hari tercapai 1,88 hari di 2024,” terang Zandaru. (inu/wia)