SLEMAN - Main ke pantai memang seru, tapi jangan sampai lengah. Ada ancaman yang sering tak terlihat yakni, rip current alias arus balik laut. Sekilas, airnya tampak tenang, tapi bisa tiba-tiba menyeret siapa saja ke tengah laut dalam hitungan detik.
Menurut Hendy Fatchurohman dari Department of Earth Technology Universitas Gadjah Mada (UGM), rip current tidak ada di semua pantai, tapi kalau kondisi mendukung ombak besar dan dasar lautnya cocok arus ini bisa muncul kapan saja.
“Rip current itu arus balik yang mengalir deras ke laut lewat saluran sempit," kata Hendy Fatchurohman pada Rabu (29/1/2025).
Biasanya terbentuk saat ombak menciptakan feeder current atau arus umpan yang terakumulasi di satu titik dan langsung meluncur ke tengah.
Salah satu ciri khas rip current adalah area air yang tampak lebih tenang dibanding sekitarnya. Tidak ada buih, tak ada ombak besar yang pecah, kelihatannya aman, padahal di situlah arus kuat bekerja.
"Makanya, kalau main di pantai, selalu perhatikan rambu-rambu dan dengarkan imbauan petugas," ujarnya.
Menurutnya, kesalahan terbesar korban rip current adalah panik dan berusaha berenang langsung ke pantai. Itu yang membuat korban cepat capek dan akhirnya tenggelam.
"Yang benar, berenanglah ke samping untuk keluar dari jalur arus atau biarkan diri terbawa hingga arus melemah, baru berenang kembali ke tepian. Paling penting, kalau nggak bisa berenang, jangan nekat main ke tengah," tegasnya.
Lebih jauh dikatakan, cuaca ekstrem yang makin sering terjadi diduga bisa memicu rip current. Sayangnya, belum banyak penelitian yang mengaitkan langsung perubahan iklim dengan fenomena ini.
“Data soal jumlah kejadian dan trennya juga masih minim,” ungkapnya.
Yang lebih miris, perhatian terhadap rip current biasanya baru muncul kalau sudah ada korban. Padahal, mitigasi bisa dilakukan lebih awal dengan pemasangan rambu yang jelas, edukasi wisatawan, dan kesiapan tim SAR.
“Personel SAR di lapangan sudah berusaha maksimal, tapi jumlahnya terbatas, apalagi saat musim liburan ketika pantai penuh sesak,” terangnya.
Jadi, kata Hendy, sudah saatnya semua pihak serius menangani bahaya rip current. Jangan sampai pantai yang harusnya jadi tempat bersenang-senang justru berubah jadi lokasi tragedi. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin