JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja memprediksi bakal ada peningkatan produksi sampah selama masa libur peringatan isra mi'raj dan tahun baru Imlek. Sejumlah titik pun disebut sebagai penyumbang sampah terbesar selama libur panjang tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, selama masa libur panjang isra mi'raj dan imlek tahun ini produksi sampah harian meningkat 10 hingga 15 ton dibanding hari biasa. Peningkatan sampah bahkan sudah terasa sejak Sabtu (25/1/2025) lalu.
Haryoko menyebut, meningkatnya produksi sampah harian itu tidak lepas dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja. Sehingga, titik penyumbang sampah terbesar tentu akan didominasi dari kawasan-kawasan destinasi wisata.
“Tetap di kawasan Malioboro dan pusat kuliner. Bahkan untuk kawasan Kotagede, kawasan pakualaman dan kawasan kranggan mulai naik signifikan,” ujar Haryoko saat dikonfirmasi, Senin (27/1/2025).
Dia mengaku, DLH Kota Jogja sudah menyiapkan skema antisipasi agar sampah pada beberapa lokasi itu tidak menumpuk. Misalnya dengan rutin melakukan pengangkutan pada depo-depo untuk kemudian diolah di tempat pengolahan sampah milik Pemkot Jogja.
Haryoko mengungkapkan, bahwa produksi sampah di Kota Jogja mencapai 250 ton per hari. Sehingga selama musim liburan ini kemungkinan produksi sampah harian akan meningkat menjadi 260-270 ton per hari.
Meskipun demikian, DLH Kota Jogja optimis sampah tersebut bisa terolah. Apalagi pemkot juga telah memiliki empat mesin insinerator yang ditempatkan di wilayah Giwangan dan Piyungan dengan kemampuan pengolahan sampah 30 ton per hari.
Lalu juga didukung TPS3R Nitikan dengan kemampuan 55 ton per hari, TPS3R Kranon 25 ton per hari, dan TPS3R Karangmiri 15 ton per hari. Serta kerjasama pengelolaan sampah dengan pihak swasta sebanyak 45 ton per hari.
“Pada musim libur panjang ini kami fokus tetap ke depo-depo yang ada, dan diolah di unit-unit pengolahan yang dimiliki pemkot,” terang Haryoko.
Secara terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Affan Baskara Patria berharap, penanganan sampah harus menjadi perhatian bagi Pemkot Jogja. Apalagi di masa libur panjang seperti peringatan isra mi'raj dan tahun baru Imlek.
Affan menilai, penanganan masalah sampah secara cepat di Kota Jogja perlu dilakukan untuk menjaga citra kota pariwisata. Jangan sampai, kehadiran tumpukan sampah di depo ataupun jalanan mencoreng predikat tersebut dan mendapat penilaian buruk dari wisatawan.
“Pengangkutan sampah pada depo maupun sampah liar harus diperketat,” pesan politikus PAN itu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin