Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Heritage Theater Tapak Suci Madrasah Mualimat Muhammadiyah Jogja Suguhkan Kisah Tragis Gajah Mada di Taman Budaya Yogyakarta

Gunawan RaJa • Senin, 27 Januari 2025 | 17:46 WIB
MEMUKAU - Pentas seni Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta berlangsung di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), pada Minggu (26/1/2025)  (Doc Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta)
MEMUKAU - Pentas seni Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta berlangsung di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), pada Minggu (26/1/2025) (Doc Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta)

JOGJA - Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta kembali menggelar acara tahunan bertajuk Heritage Theater of Palapa Samaya: Gadjah Mada’s Greatest Sin. Mengangkat kisah perseteruan antara Kerajaan Sunda dan Majapahit, pertunjukannya berhasil memikat ratusan penonton dengan suguhan seni beladiri berpadu dengan teater.

Pentas seni berlangsung di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), pada Minggu (26/1/2025). Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, M. Afnan Hadikusumo dan dibuka bersama Direktur Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta, Unik Rasyidah.

Selama 60 menit, 30 siswi Madrasah Mualimat Muhammadiyah menampilkan jurus-jurus khas Tapak Suci dikemas dalam drama penuh emosi. Pertunjukan teater menggambarkan tragedi tewasnya pasukan Sunda akibat ambisi Gajah Mada menyatukan Nusantara.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, M. Afnan Hadikusumo mengatakan, seni beladiri tidak selalu soal pertarungan fisik. Beladiri bisa menjadi media pengenalan budaya, terutama kepada generasi muda.

“Menjadi cara kami melestarikan budaya Indonesia sekaligus membekali siswi dengan keterampilan seni dan beladiri,” kata Unik Rasyidah. 

Dia menjelaskan, tema Nusantara selalu menjadi pilihan utama dalam pertunjukan ini, melanjutkan kesuksesan tahun lalu dengan Heritage Theater of Majapahit Sadeng & Keta.

Bagi Afnan, penampilan siswi-siswi Mualimat membuktikan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga seni yang bisa diterima oleh semua kalangan, termasuk perempuan. 

“Beladiri kini menjadi skill penting, apalagi untuk menjaga diri dari ancaman yang semakin marak,” ujarnya.

Menurutnya, acara tersebut juga menjadi ajang pembuktian prestasi Tapak Suci Mualimat karena telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional hingga internasional. 

Sementara itu, Direktur Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta, Unik Rasyidah berharap pertujukan twater menginspirasi generasi muda supaya mencintai budaya sekaligus menjadi pribadi tangguh.

Baca Juga: Dewa United vs PSM Makassar, Jan Olde Riekerink Berharap Para Pemain Terus Bermain Disiplin dan Tidak Berpuas Diri

"Heritage Theater bukan hanya hiburan, tapi juga pengingat bahwa warisan budaya harus terus dijaga dan dikembangkan," kata Unik. (gun)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Muhammadiyah #Afnan Hadikusumo #Mualimat #pencak silat