JOGJA - Okupansi hotel di Yogyakarta pada momen libur panjang Isra Mikraj dan Imlek pada akhir bulan ini cukup tinggi. Pemprov DIY juga telah siap untuk menerima wisatawan yang akan berkunjung."Okupansi sampai saat ini mencapai 80 persen se-DIY," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono saat dikonfirmasi Kamis (23/1).
Berbeda lagi dengan okupansi hotel di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman yang lebih tinggi yakni sekitar 85,8 persen. Okupansi itu terjadi pada periode 24-30 Januari. "Itu berdasarkan data reservasi. Pasti tambah, belum lagi yang langsung datang ke hotel," tuturnya.
Wisatawan yang menginap di DIY didominasi dari DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian dari luar Jawa. Lama tinggal para wisatawan rata-rata sekitar 1,8 hingga 2 hari."Targetnya selama libur panjang Isra Mikraj dan Imlek mencapai 90 persen. Syukur bisa melampaui saat Nataru kemarin," jelasnya.
Diketahui okupansi hotel di DIY saat Nataru mencapai 97,23 persen. Bahkan di wilayah Kota Jogja bisa tembus 100 persen.
Untuk menarik wisatawan, pihaknya telah menyiapkan paket-paket bertemakan Imlek, di antaranya makan malam dan berbagai atraksi barongsai di sehumlah hotel bintang 3 hingga 5. "Intinya optimistis target terlampui 90 persen," tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY Imam Pratanadi akan memastikan seluruh destinasi wisata di wilayah setempat siap menyambut wisatawan. Persiapan dilakukan dengan belajar dari persiapan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.“Secara umum kami sudah siap. Kami juga akan mengantisipasi insiden yang membuat wisatawan tidak nyaman. Jangan sampai citra pariwisata Jogja tercoreng akibat ulah segelintir oknum,” ujarnya.
Tantangan saat ini adalah cuaca ekstrem yang masih terjadi di DIY. Maka dari itu, pihaknya menginstruksikan kepada para operator wisata untuk memperhatikan kemanan setiap destinasi."Terutama di area seperti Malioboro, agar tidak terjadi insiden akibat angin kencang atau pohon tumbang," tuturnya.
Saat cuaca ekstrem terjadi, yang menjadi sorotan di antaranya destinasi out door di DIY seperti kawasan pantai dan perbukitan. Pihaknya juga memastikan pemerintah setempat akan memperhatikan kebersihan, keamanan dan kenyamanan, khususnya di area pantai. "Hal ini menjadi prioritas kami agar wisatawan merasa nyaman," katanya. (oso/laz)
Editor : Din Miftahudin