JOGJA - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berencana melakukan uji coba penutupan Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading. Para pedagang yang selama ini berada di sekitar Alun-Alun Selatan, rencananya juga akan dilakukan penataan.
"Baru rencana uji coba (penutupan), kan belum tahu (mau dilakukan kapan, Red)," ungkap Pengageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa GKR Mangkubumi saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Selasa (21/1).
Rencana ini merupakan bagian dari penataan sumbu filosofi Jogja yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 18 September 2023 lalu. Sumbu filosofi merupakan garis imajiner yang menghubungkan Tugu Golong-gilig, Keraton Jogja, dan Panggung Krapyak.
"Itu kan bagian dari (penataan) sumbu filosofi," tuturnya. Rencana penutupan itu berpotensi mempengaruhi para pedagang yang berada di dalam benteng Keraton Jogja. Bahkan para pedagang dimungkinkan dilakukan pemindahan.
Putri sulung raja Keraton Jogja Sultan Hamengku Bawono Ka 10 ini pun tidak memungkiri adanya rencana penataan pedagang tersebut. "Kami kan gak ngusir (pedagang) to. Lebih ditata," ungkapnya.
Saat ditanya mengenai kapan penataan pedagang dilakukan, ia mengaku belum tahu secara detailnya. Lokasi baru untuk para pedagang juga belum disampaikan. "Ya belum tahu, kan baru rencana uji coba," tandasnya.
Saat ini, lanjutnya, para pedagang masih dilakukan proses pendataan. Penataan telah dilakukan seperti halnya di Alun-Alun Utara yang saat ini diberi pagar keliling.
Dari pantauan Radar Jogja, Plengkung Gading yang menjadi gerbang masuk dan keluar area kawasan Keraton Jogja itu masih terbuka.
Sejumlah kendaraan ramai berlalu-lalang. Para pekerja proyek pembangunan yang mepet di bagian dalam Benteng Baluwarti itu terlihat beraktivitas dengan normal.
Sekeliling Benteng Baluwarti, sebagian besar sudah steril dari rumah-rumah warga yang sudah dibongkar. Bahkan beberapa bagian di antaranya sudah berdiri tembok pendukung Baluwarti yang kokoh dengan cat warna putih.
Terpisah, salah seorang penjual angkringan di sekitar Alun-Alun Selatan Riyadi belum mengerti rencana penutupan Plengkung Nirbaya dan rencana penataan pedagang. Menurutnya, apabila ada rencana yang melibatkan pedagang biasanya mereka akan diberi undangan.
"Kan ada paguyuban pedagang di Alun-Alun Kidul. Jadi memang belum ada kabar itu," ujar pedagang yang sudah berjualan sekitar 35 tahun itu.
Senada dengan Riyadi, penjual makanan di Alkid Karmila mengatakan, hingga saat ini para pedagang masih beraktivitas normal. Para pedagang mayoritas tergabung dalam paguyuban. "Jadi kalau paguyuban belum ada info, masih tenang," tuturnya.
Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Dian Lakshmi Pratiwi saat dikonfirmasi terkait rencana penutupan Plengkung Nirbaya sebagai bagian dari penataan kawasan sumbu filosofi, belum banyak memberikan keterangan. Ia masih menunggu informasi valid dari Keraton Jogja.
"Kalau saya pribadi, informasi valid itu harus dari Ngarsa Dalem. Selama saya belum mendapat arahan atau informasi yang jelas, ya bagi saya itu belum pasti," ujarnya.
Ia hanya mengetahui Benteng Baluwarti memang terdapat bagian yang seharusnya tertutup. Plengkung difungsikan sebagai akses jalan untuk keluar-masuk warga. "Jadi untuk bagian-bagian yang memang seharusnya terbuka, ya tetap dibuka. Setahu saya begitu," jelasnya. (oso/laz)
Editor : Heru Pratomo