Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menjajal Bus Listrik, Butuh 1,5 Jam untuk Fast Charging Bisa hingga Enam Kali PP Bandara Adistjipto-Malioboro

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 21 Januari 2025 | 03:30 WIB

 

 

Bus Lisrik
Bus Lisrik
 

JOGJA - Dua bus listrik milik Pemprov DIJ telah beroperasi gratis mulai kemarin (20/1). Berangkat dari Bandara Adisucipto, Sleman hingga kawasan Malioboro ditempuh lima kali selama sehari. Perjalanan pulang pergi menghabiskan waktu 65 menit.

Radar Jogja mencoba melakukan pengamatan langsung dan merasakan sendiri naik bus listrik yang baru beroperasi perdana itu. Sekitar pukul 13.05, koran ini menunggu bus terseut datang di halte Bandara Adisutjipto.

Suasana halte saat itu sepi. Beberapa penumpang naik-turun melalui angkutan bus Trans Jogja. Lebih dari lima kali Trans Jogja hilir-mudik di halte itu. Setelah menanyakan informasi kedatangan kepada petugas, kemudian dipersilahkan menunggu di bangku luar halte.

Sekitar 45 menit berlalu, bus dengan warna dominan ungu yang bertuliskan 100 % electric pun datang, sekitar pukul 13.50. Tak berselang lama, kru bus dengan seragam batik biru selayaknya seragam Trans Jogja keluar dan mempersilakan penumpang arah Malioboro masuk. Sebelum masuk, penumpang diwajibkan melakukan tap cash pada salah satu teknologi di dalam bus.

Terdapat dua kru bus listrik, yakni sopir dan juga pramugari bus. Situasi dalam bus nampak masih bersih dan fasilitas umum lengkap, mulai kotak obat-obatan dan alat pemadam api ringan (APAR) tersedia. Saat menengok bagian depan dekat sopir, terdapat tombol-tombol pendukung yang berbeda dengan Trans Jogja. "Setir lebih besar, tranmisinya matic bukan manual. Busnya lebih panjang daripada Trans Jogja," ujar sopir bus menceritakan.

Bus Lisrik
Bus Lisrik

Perbedaan mencolok juga terdapat pada layar monitor di depan bangku sopir. Monitor menampilkan hasil kamera CCTV yang dipasang di dalam dan luar bus. Perbedaannya, Trans Jogja hanya memiliki satu kamera di bagian dalam, sedangkan Bus Listrik empat kamera aktif, dua kamera di luar dan dua kamera di dalam. "Kalau secara umum lebih enak, hanya butuh penyesuaian saja," ujar mantan pengemudi Trans Jogja itu.

Dari dalam daftar keterangan perjalanan yang dibawa pramugari bus, tabel perjalanan hanya terdapat lima kali. Artinya bus akan beredar lima kali putaran. Setelah selesai bus akan kembali dicas di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada tidak jauh dari halte Bandara Adisutjipto. "Ini sudah empat kali muter, masih sekitar 58 persen baterainya. Nanti charger selama satu jam aja," jelasnya.

Di bagian luar bus, samping pintu tertulis 28 penumpang yang terbagi 18 tempat duduk dan 10 berdiri. Rute bus listrik sama persis dengan Trans Jogja trayek Bandara Adisutjipto-Malioboro. Halte untuk naik-turun penumpang di jalur itu juga sama. Dari waktu awal naik hingga kembali turun di halte Bandara Adisutjipto menghabiskan waktu sekitar 65 menit, karena sampai halte sekitar pukul 15.05.

Salah seorang penumpang asal Jakarta, Israviana mengaku mendapatkan informasi adanya operasional bus listrik dari media sosial Instagram. Ia tertarik mencoba berdua bersama saudaranya. "Tak pikir antre, ternyata tidak. Enak sih dibanding di Jakarta,"  ujarnya.

Ia membandingkan pengalaman naik bus angkutan umum di Jakarta dengan Jogja. Menurutnya, di Jakarta penumpang lebih ramai, terlebih gratis. Ia rencananya turun di Malioboro dan naik di halte bus Adisutjipto. "Termasuk enak, karena tidak terlalu ramai karena baru pertama," jelasnya.

Secara umum, pelayanan bus tidak ada kendala berarti. Namun, menurutnya, pemerintah bisa memperbanyak pengadaan unit busnya. Selain itu, jam operasional dan selter juga bisa diperbanyak. "Waktu tunggu sekitar 15 menit. Itu sih tidak terlalu lama," bebernya.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIJ Wulan Sapto Nugroho menambahkan, dua bus listrik yang beroperasi memiliki rute sama dengan jeda antarkendaraan sekitar 15 menit. Perjalanan satu kali putaran memakan waktu sekitar satu jam, bergantung pada kondisi lalu lintas. "Bus listrik menggunakan baterai dengan daya tahan sekitar 5-6 kali perjalanan pulang-pergi, sebelum harus diisi ulang," ujarnya.

Proses pengisian ulang dilakukan di SPKLU kawasan Bandara Adisutjipto. Dengan teknologi fast charging, satu bus membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk terisi penuh. "Operasional bus dari pukul 08.00-16.00," terangnya.

Rencananya, layanan bus listrik akan diperluas dengan tambahan dua rute baru. Rute kedua melayani perjalanan dari Ngabean ke RS Bhayangkara, Jalan Tentara Pelajar, Kranggan, Malioboro. Sedangkan rute ketiga menghubungkan Stadion Kridosono, Galeria Mall, Tugu Pal Putih dan Malioboro.

"Kami berharap masyarakat semakin terbiasa dengan transportasi ramah lingkungan ini. Sehingga bisa menjadi solusi transportasi yang berkelanjutan di Jogjakarta," jelasnya. (oso/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#SPKLU #DIJ #Dinas Perhubungan #Bandara Adisutjipto #fast charging #bus listrik #Malioboro #Jogja