Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mental Natasya Membaik, Kedua Mata Alami Penurunan, Pelaku Penyiraman Air Keras Pernah Pergi ke Dukun Agar Korban Mau Balikan

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 21 Januari 2025 | 03:07 WIB

 

 

 

Pelaku tetap dua orang yakni Belly Villsen yang berperan sebagai otak kejahatan dan Satim sebagai eksekutor penyiraman air keras.
Pelaku tetap dua orang yakni Belly Villsen yang berperan sebagai otak kejahatan dan Satim sebagai eksekutor penyiraman air keras.

JOGJA - Proses hukum kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang mahasiswi di Jogja terus berlanjut. Beberapa temuan baru pihak kepolisian mulai terkuak, hingga perkembangan kondisi Natasya Hutagalung yang masih dirawat di RSUP Dr Sardjito.

Manajer Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Banu Hermawan mengatakan kondisi Natasya masih dilakukan penanganan terhadap luka bakar yang dideritanya. Proses operasi dan pemgangkatan kulit mati telah dilakukan dua kali."Terus saat ini kami mau masuk tahap melakukan implan ditanam di jaringan (kulit baru)," ujarnya, Senin (20/1).

Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu relatig lama. Hal itu karena proses implan tidak bisa sekali tanam jadi. Selain itu, kondisi dan respon tubuh pasien juga menentukan cepat atau lambatnya keberhasilan."Memang seperti yang kita sampaikan itu perawatannya bisa sampai 2-3 bulan," bebernya.

Ia juga mengatakan bahwa kondisi mata Natasya hingga saat ini tidak ada perkembangan yang positif. Kondisi kedua mata Natasay mengalami penurunan pengelihatan secara keseluruhan. Mata kanan total, kiri itu dulu masih bisa lihat tapi tidak respons karena zat kimianya itu. “Sekarang hanya bayangan samar sama gelap," jelasnya.

Saat ini pihak rumah sakit fokus pada penanganan kulit terlebih dahulu. Hal itu karena selama kondisi kulit belum bagus, pasien belum bisa banyak beraktivitas karena riskan terinffeksi."Jadi dia tidak bisa jalan-jalan atau keluar gitu, jadi sangat steril ruangannya itu," terangnya.

Menurutnya, Natasya saat ini secara mental sudah jauh membaik. Kondisi saat ini sudah mulai tenang walaupun harus pelan-pelan dan bertahap, karena masih tetap sensitif."Psikiater terus melakukan pendampingan," tandasnya.

Kasatreskrim Polresta Jogja Kompol Probo Satrio saat dikonfirmasi menjelaskan, minggu ini pihaknya akan lakukan tahap satu, yakni pengiriman berkas perkara. Ia menegaskan bahwa dalam proses penyelidikan tidak ditemukan penambahan pelaku. Pelaku tetap dua orang yakni Belly Villsen yang berperan sebagai otak kejahatan dan Satim sebagai eksekutor penyiraman air keras."Pelaku tetap 2 orang itu saja," tegas Probo.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pihak kepolisian mendapatkan keterangan dari Belly Vilsen bahwa sebelum kejadian, ia pernah mendatangi seorang dukun. Tujuannya adalah agar Natasya mau balikan dengannya."Sudah ke dukun Daerag Jawa Tengah tapi ngak mempan," jelasnya.(oso/din)

 

 

Editor : Din Miftahudin
#natasya hutagalung #sarjito #penyiraman air keras