JOGJA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogjakarta mulai memberlakukan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) per Februari 2025. Penerapan Gapeka mempengaruhi percepatan waktu tempuh kereta api hingga 47 menit lebih cepat.
"Percepatan waktu tempuh hingga puluhan menit pada 13 kereta api yang beroperasi di wilayah ini," ujar Manajer Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro Minggu (19/1).
Penerapan Gapeka, dilakukan mulai Sabtu, 1 Februari. Peningkatan efisensi itu dilakukan melalui beberapa langkah, di antaranya, perbaikan prasarana seperti rel dan bantalan sintetis. Manajemen perjalanan menggunakan teknologi modern juga akan dilakukan untuk mendukung hal itu.
"Gapeka 2025 memungkinkan pengelolaan perjalanan kereta api lebih efisien dan ramah lingkungan, sehingga mampu memangkas waktu tempuh di berbagai rute,” tuturnya.
Terdapat 13 KA yang mengalami percepatan waktu tempuh dengan keberangkatan di stasiun wilayah Daop 6 Jogjakarta. Mulai KA Argo Lawu yang mengalami percepatan 5 menit hingga KA Jaka Tingkir mengalami percepatan 47 menit dengan relasi Purwosari-Pasar Senen.
"Ada KA Argo Dwipangga, KA Taksaka, KA Fajar Utama Jogja, KA Senja Utama Jogja, KA Senja Utama Solo, KA Mataram, KA Bogowonto, KA Progo, KA Gajah Wong dan KA Bengawan," jelasnya.
Selain itu, terdapat penambahan perjalanan untuk KA Taksaka. Sebelumnya berangkat dua kali pulang-pergi kini menjadi 3 perjalanan pulang-pergi dalam sehari. Tambahan jam keberangkatan yakni sore hari pukul 14.45.
"Sebelumnya KA Taksaka (KA 43) keberangkatan Stasiun Jogjakarta pukul 07.30 WIB, kemudian KA Taksaka (KA 45) keberangkatan pukul 21.05 WIB. Lalu ditambah yang sore," bebernya.
Selanjutnya sejalan dengan penerapan Gapeka 2025, wilayah DIJ juga akan dilewati dua KA Baru. Dua KA itu akan berhenti untuk naik-turun penumpang di Stasiun Jogjakarta dan Wates. "KA Madiun Jaya dan KA Sancaka Utara," terangnya. (oso/laz)
Editor : Heru Pratomo