JOGJA - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memastikan komitmennya untuk tetap mengkritik pemerintahan.
Meskipun, kepala daerah nantinya akan dijabat oleh pasangan calon (paslon) Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan yang berasal dari partai yang sama.
Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Jogja Susanto Dwi Antoro mengatakan, meski lembaga eksekutif nantinya akan dipimpin dari kader PDI Perjuangan.
Hal tersebut, tidak akan mengurangi sikap kritis anggota legislatif partai banteng terhadap pemerintahan.
Khususnya selama masa kepemimpinan Hasto-Wawan lima tahun mendatang.
Toro, sapaan Susanto Dwi Antoro, pun menegaskan, sebelas anggota dewan dari PDI Perjuangan yang kini menduduki kursi DPRD Kota Jogja juga siap memberikan kritik.
Terlebih jika selama masa jabatan Hasto-Wawan menghadapi berbagai kekurangan.
“Kami akan berperan sebagai legislatif sebagaimana mestinya, tidak mengurangi kadar kritis kami,” ujar Toro saat ditemui, Selasa (14/1/2025).
Toro menyampaikan, bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga telah berpesan.
Agar kader partai juga harus dekat dengan rakyat kecil.
Sehingga, baik di legislatif maupun eksekutif nantinya, dia memastikan kader dari PDI Perjuangan akan terus membersamai masyarakat Kota Jogja.
Menurut Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja itu, ada beberapa poin yang akan menjadi fokus dorongan legislatif terhadap eksekutif.
Di antaranya perihal penyelesaian masalah sampah, peningkatan kota pariwisata, serta perbaikan terhadap rumah warga Kota Jogja yang tidak layak huni.
“Kami bersama Hasto-Wawan akan menjadi bagian penting dalam mewarnai masyarakat Kota Jogja,” tegas Toro.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja terpilih Wawan Harmawan menegaskan, lembaga pemerintah di masa kepemimpinannya akan siap membuka tangan dan saling berkolaborasi membangun Kota Jogja.
Sehingga permasalahan seperti kesenjangan ekonomi, kemiskinan, sampah dan pemerataan kesejahteraan bisa terselesaikan.
Wawan mengaku, di masa kepemimpinannya, dia bersama Hasto akan fokus terhadap peningkatan sumber daya manusia yang produktif, berkualitas dan berkeadilan.
Serta memastikan kesehatan masyarakat yang berpijak pada ekonomi kerakyatan agar dapat memperkokoh keistimewaan.
"Strateginya kami akan membangun dari kampung berbasis komunitas, membangkitkan semangat keragaman, menerapkan komunikasi terbuka, dan memberikan ruang dialog,” terang Wawan. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin