JOGJA - Jumlah kunjungan wisatawan ke DIY saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun terdapat perbedaan signifikan jika dilihat dari data pergerakan wisatawan dan kendaraan yang masuk dan keluar.
"Jumlah kunjungan wisatawan di DIY tanggal 20-31 Desember 2024 sejumlah 1.368.090 orang," ujar Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY Antarikso Trisno Bawono saat dikonfirmasi (4/1/2025).
Ia mencatat pada tahun sebelumnya di periode yang sama, jumlah kunjungan wisatawan di DIY sebesar 1.140.769 juta. Artinya, tahun ini jumlah kunjungan wisatawan meningkat 227.321 ribu dibandingkan 2024.
"Peningkatan itu disebabkan oleh semakin beragam dan berkualitasnya destinasi yang ada di DIY," tuturnya. Selain itu, ia memperkirakan adanya peningkatan tersebut karena semakin mudahnya aksebilitas transportasi menuju DIY. Salah satunya dibukanya gerbang tol Prambanan secara fungsional.
Namun dikarenakan cuaca yang tidak menentu pada akhir Desember, juga berpotensi mengurangi jumlah wisatawan. "Cuaca sedikit mengurangi kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang ada," bebernya.
Ia mencatat jumlah kunjungan wistawan terbanyak berada di Kabupaten Sleman. Mulai dari Candi Prambanan hingga Tebing Breksi, masih menjadi objek wisata favorit yang dikunjungi wisatawan.
Daerah Bantul, destinasi yang ramai yakni Pantai Parangtritis. Kabupaten Gunungkidul ada HeHa Skyview, Drini Park dan Obelix Hills. Sedangkan Kota Jogja kawasan Tamansari.
Jumlah kunjungan wisatawan selama periode Nataru di beberapa destinasi wisata yang telah dihimpun, di antaranya, Tebing Breksi 28.170 orang, Mangunan 45.554 orang, Wisata Kaliurang 39.898 orang. "Data detail lain masih berada di kabupaten/kota dan masih proses penghitungan," jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub DIY Sumariyoto mencatat terdapat 9,5 juta pergerakan orang mulai dari 23 Desember hingga 1 Januari lalu. Data itu merupakan perkiraan yang dihitung dari jumlah kendaraan masuk dan keluar dikalikan prediksi jumlah penumpang. "Detailnya 4,8 juta kurang untuk masuk dan 4,7 juta untuk keluar," ujarnya.
Artinya terdapat selisih data antara jumlah kunjungan wisatawan dengan pergerakan orang yang keluar masuk di DIY. Selisih sekitar 8.131.910 juta orang. (oso/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita