Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mulai April 2025 Sampah di Kota Jogja Langsung Diangkut dari Rumah, Berikut Penjelasan DLH

Iwan Nurwanto • Rabu, 8 Januari 2025 | 18:15 WIB
   KUMPULKAN SAMPAH: Para siswa, guru, hingga ASN berpartisipasi dalam gerakan mengumpulkan sampah organik.   
  KUMPULKAN SAMPAH: Para siswa, guru, hingga ASN berpartisipasi dalam gerakan mengumpulkan sampah organik.  

JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mulai menyiapkan skema penanganan sampah pada tahun ini. Salah satunya dengan sistem mengangkut langsung sampah dari rumah-rumah warga ke depo.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pendataan terhadap petugas pengangkut sampah atau transporter. Sebab, transporter nantinya bertugas untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah warga untuk dibawa ke depo.

Haryoko menjelaskan, pada bulan Januari ini pihaknya menarget dapat mendata transporter di dua kemantren. Kemudian pada bulan Februari harapannya dapat mendata lima kemantren, lau Maret sebanyak tujuh kemantren. Sehingga pada April skema pengangkutan sampah dari rumah tangga itu bisa berjalan.

Menurut dia, jumlah transporter sampah di Kota Jogja mencapai 550 hingga 600 orang. Namun, jumlah itu merupakan petugas yang rutin mengangkut sampah sebelum adanya pembatasan pembuangan karena situasi darurat sampah.

“Sehingga saat ini kami tengah mengupayakan agar seluruh transporter dapat kembali aktif,” ujar Haryoko, Rabu (8/1/2025).

Dijelaskannya, transporter yang bertugas mengangkut sampah dari rumah warga nantinya juga akan menjadi mitra DLH Kota Jogja. Sebab selain bertugas mengangkut sampah para transporter juga akan menjadi petugas pemungut retribusi.

Guna memastikan legalitas para transporter, Haryoko menyebut, para transporter nantinya juga akan dibekali kartu identitas. Sehingga nantinya masyarakat bisa ikut memastikan, bahwa petugas pengangkut sampah yang datang telah resmi bermitra dengan DLH Kota Jogja.

"Jadi tugas transporter ada dua, yakni mendistribusikan sampah dari wilayah ke depo serta memungut retribusi di tiap rumah tangga,” terangnya.

Sementara terkait dengan proses pengolahan sampah, Haryoko menerangkan, bahwa di tahun ini pihaknya sudah mengoperasionalkan empat unit mesin insinerator. Letaknya di Sitimulyo dan Giwangan dengan jumlah per titiknya dua mesin.

Kehadiran empat mesin insinerator itu nantinya dapat mengolah 30 ton sampah per hari. Kemudian juga didukung TPS3R Nitikan dengan kapasitas 55 ton, TPS3R Kranon 25 ton per hari, dan TPS3R Karangmiri 15 ton per hari. Serta kerjasama pengelolaan sampah dengan pihak swasta sebanyak 45 ton per hari.

“Dengan begitu masih ada sekitar 20 ton dari total produksi sampah 250 ton per hari, sisanya menumpuk di depo dan tinggal menunggu pengelolaan,” terang Haryoko.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro memastikan, pihaknya akan terus mengawasi kinerja pemkot dalam hal penanganan sampah. Sebab persoalan sampah menjadi salah satu masalah yang paling dikeluhkan masyarakat.

Seno pun mengusulkan agar dibentuk kelompok kerja (pokja) yang beranggotakan legislatif-eksekutif. Sehingga dapat menjadi wadah komunikasi bersama untuk mencari solusi penanganan sampah dengan segera.

“Pokja juga menjadi wadah bagi lembaga legislatif dalam mengawasi kinerja eksekutif sesuai dengan skema yang sudah dicanangkan,” tegas Seno. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#depo sampah #Kota Jogja #insinerator #Sampah