Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sumbang PAD Puluhan Juta, Legislatif Kota Jogja Dorong Pengembangan Kebun Plasma Nutfah Pisang Dinas Pertanian dan Pangan

Iwan Nurwanto • Senin, 6 Januari 2025 | 16:03 WIB
PEMBIBITAN : Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Fajar Kurniawan saat melihat proses pembibitan di Kebun Plasma Nutfah Pisang (KPNP), Umbulharjo belum lama ini.  (FAJAR KURNIAWAN UNTUK RADAR JOGJA)
PEMBIBITAN : Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Fajar Kurniawan saat melihat proses pembibitan di Kebun Plasma Nutfah Pisang (KPNP), Umbulharjo belum lama ini. (FAJAR KURNIAWAN UNTUK RADAR JOGJA)

JOGJA - Sektor pertanian di Kota Jogja memiliki potensi yang cukup besar dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Salah satunya Kebun Plasma Nutfah Pisang (KPNP) yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Pangan. 

Legislatif pun mendorong pengembangan sektor tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Fajar Kurniawan mengatakan, keberadaan KPNP harus terus didukung dan dikembangkan. 

Sebab, kebun yang membudidayakan ratusan varietas pisang itu nyatanya menyumbang PAD dengan nilai yang lumayan.

Awan, sapaan Fajar Kurniawan membeberkan, pada tahun 2022 KPNP berhasil menyumbang PAD sebesar Rp 36,64 juta. 

Lalu pada tahun 2023 naik 7,9 persen atau menjadi sebesar Rp 39,82 juta. 

Tren positif terus ditunjukkan pada tahun 2024, misal pada bulan Oktober dapat meraih hingga Rp 40,98 juta atau naik 2,8 persen dibandingkan sebelumnya.

“Tren positif kontribusi KPNP terhadap PAD Kota Jogja harus diterjemahkan sebagai peluang yang perlu dioptimalkan dengan kolaborasi multi stakeholder,” ujar Awan, Senin (6/1/2025).

Menurut politikus PKS ini, semangat kolaborasi harus diwujudkan dengan dukungan anggaran yang memadai. 

Baik itu dari APBD Kota, provinsi maupun Dana Keistimewaan. 

Apalagi kondisi sarana dan prasarana yang sudah berumur di laboratorium KPNP perlu dilakukan peremajaan. 

Agar, KPNP bisa terus menghasilkan bibit pisang terbaik yang dibutuhkan masyarakat

“Hal ini perlu menjadi perhatian Tenaga Ahli Perangkat Daerah (TAPD) Kota Jogja dalam menentukan prioritas anggaran APBD perubahan 2025 atau murni 2026,” tegas Awan.

Anggota dewan dari Dapil Kota Jogja 3 ini menambahkan, pengembangan KPNP harapannya juga dapat berkolaborasi dengan pemerintah kelurahan maupun masyarakat umum. 

Sehingga tidak hanya sekadar melestarikan keanekaragaman hayati pisang. 

Namun, juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.  

Dalam mewujudkan hal tersebut, menurut Awan, tentu harus dibarengi dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang baik. 

“KPNP nantinya dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pengentasan kemiskinan di Yogyakarta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja menyampaikan, pihaknya sudah KPNP sejak tahun 1994. 

Hingga saat ini, total sudah ada 333 varietas pisang yang dikembangkan dengan metode kultur jaringan.

Pusat pengembangan bibit dan budidaya pisang yang berlokasi di kampung Malangan, Giwangan, Umbulharjo itu juga memiliki fungsi konservasi, agrowisata, edukasi, penelitian, produsen benih, dan menjaga budaya. 

KPNP juga menyimpan varietas pisang unik. 

Seperti pisang Raja seribu, pisang gendruwo yang memiliki kulit berwarna merah, pisang lase yang bisa mengeluarkan lebih dari satu tandan dalam satu periode berbuah. 

Baca Juga: Digelar Serentak Nasional 6 Januari 2025, Disdikpora Belum Tahu Kapan Program MBG Mulai Dilaksanakan di Kota Jogja

Lalu pisang tongkat langit dan pisang songgo buwono yang memiliki buah menghadap ke langit.

“Bahkan, beberapa varietas pisang yang terancam punah di daerah asalnya karena dianggap tidak produktif oleh masyarakat bisa dijumpai di KPNP,” sebut Eny.

Eny mengungkap, sejak bulan Januari 2023 hingga Desember 2024 total sudah ada 4.894 orang yang berkunjung ke KPNP. 

Pengunjungnya pun beragam mulai dari anak usia pra sekolah, pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum.

“Kami menerima tamu untuk kunjungan sepekan dua kali, yakni hari Selasa dan Kamis. Sebenarnya permintaan kunjungan sangat banyak, namun sementara kami batasi karena keterbatasan personel," bebernya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #pisang menambah berat badan #Pisang #perekonomian #Plasma Nutfah