Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kondisi Pasca Operasi Pertama Mahasiswi Jogja Natasya Hutagalung, Korban Penyiraman Air Keras oleh Mantan Kekasihnya Saat Malam Natal

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 4 Januari 2025 | 23:59 WIB
DARI KIRI NO 3: Natasya Hutagalung sebelum menjadi korban penyiraman air keras oleh mantan kekasihnya.
DARI KIRI NO 3: Natasya Hutagalung sebelum menjadi korban penyiraman air keras oleh mantan kekasihnya.

JOGJA - Keluarga korban penyiraman air keras mahasiswi Jogja, Natasya Hutagalung membeberkan kondisi terkini yang masih dirawat di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Operasi pertama telah dilakukan namun kondisi mata Natasya belum bisa melihat.

"Untuk saat ini fokusnya lebih ke pengobatan mata dan kulitnya," ujar Tante dari Natasya, Tarida Hutagalung saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Sabtu (4/1/2025).

Operasi pertama telah dilakukan oleh dokter dan sudah membuka perban dari luka Natasya.

Sebelumnya kondisi mata Natasya sudah bisa melihat yang sebelah kiri, namun masih kabur.

"Sampai pagi ini, ternyata belum bisa melihat sama sekali kedua matanya," tuturnya.

Ia belum tahu sampai kapan keponakannya akan menginap di rumah sakit, karena kondisinya masih sangat tidak memungkinkan untuk pulang.

Memang, Natasya sudah bisa berkomunikasi lebih baik dibandingkan saat pertama masuk RS. Namun, untuk berkomunikasi lancar dirinya masih kesulitan.

"Makan juga masih sedikit-sedikit dan susah," bebernya.

Pihaknya juga mempunyai rencana untuk melakukan pengobatan di luar negeri, setelah keadaan Natsya membaik.

Hal itu untuk mengembalikan kepercayaan diri dari keponakannya.

Namun, ketika konsultasi ke dokter mengenai estimasi biaya pengobatan ke luar negeri, ia masih harus berlikir ulang karena diperkirakan memakan biaya yang tidak sedikit.

"Diperkirakan estimasi pengobatan di luar negeri, memerlukan biaya 700-900 juta, seperti di Singapore," jelasnya.

Informasi sementara yang ia dapat, biaya pengobatan di RSUP Dr. Sardjito tidak tercover jaminan kesehatan seperti BPJS.

Namun, beberapa donasi dari pihak luar dari komunitas ataupun orang dermawan telah masuk dna ikut membantu menyokong biaya pengobatan Natasya.

"Mungkin juga ada (jaminan kesehatan) dan dikomunikasikan dengan keluarga yang lain, karena kami juga belum berkomunikasi secara detail antar keluarga," bebernya.

Donasi yang telah diterima salah satunya berasal dari kumpulan mahasiswa Bujang Dara Kayung (Bedayung) yang ada Jogja.

Mereka adalah perkumpulan mahasiswa dari daerah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat atau daerah asal dari Natasya yang sedang merantau ke Jogja.

"Saya dengar dari kakak saya beberapa dari kampus Natasya (APMD) juga ada," tambahnya.

Informasi yang ia dapat, dokter akan melakukan operasi lanjutan. Namun, ia belum menerima informasi detail terkait itu.

Terpisah, Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menyampaikan Natasya Hutagalung mengalami luka bakar sebesar 18 persen saat awal masuk.

Namun, saat pemeriksaan tanggal 2 Januari, luka bakar tinggal 10 persen dan kulit mati mulai mengelupas.

"Tapi 10 persen ini cukup berat grade tiga dan luka cukup dalam," ujarnya.

Pihak rumah sakit akan merencanakan operasi pemulihan luka dalam tersebut. Tindakan yang dilakukan berkolaborasi antara dokter bedah plastik, dokter mata dan dokter psikiatri.

Operasi pertama telah dilakukan yakni mengambil kukit mati terutama di area wajah dan kelopak mata.

"Sekitar dua minggu lagi nanti akan ditambal kembali dengan operasi plastik," jelasnya.

Proses perawatan Natasya diperkirakan masih lama yakni sekitar dua bulan ke depan.

Ia juga mengatakan pembiayaan pengibatab dibantu Jamkesos yang diharapkan dapat berkolaborasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Kami telah berkoordinasi dengan penjamin biaya tersebut," lanjutnya. (oso)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#operasi lanjutan #malam natal #natasya hutagalung #Penyiraman Air Keras oleh Mantan Kekasihnya #korban penyiraman air keras #Pasca Operasi Pertama #kondisi #APMD #mahasiswi jogja #RSUP Dr Sardjito Yogyakarta #pelaku