JOGJA – Masa liburan Natal dan Tahun Baru 2025 memberikan dampak positif bagi industri pusat perbelanjaan di DIY. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY mencatat adanya lonjakan kunjungan yang signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Ketua APBI DIY Surya Ananta menyebut, ada kenaikan kunjungan ke pusat perbelanjaan yang mencapai 300 persen di masa Nataru. Capaian tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang mengalami peningkatan sekitar 250 persen.
alah satu faktor utama yang mendorong lonjakan signifikan ini adalah keberadaan akses jalan tol yang lebih baik. Sebab, ini mempermudah masyarakat untuk mengunjungi mal-mal di DIY. “Dengan akses yang lebih lancar baik masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar DIY dapat lebih mudah mencapai pusat-pusat perbelanjaan,” katanya, Rabu (1/1).
Lonjakan kunjungan ini tidak hanya dipicu oleh perayaan malam tahun baru, tetapi juga oleh liburan panjang yang berlangsung selama periode Nataru. Menurutnya, durasi liburan yang lebih panjang pada tahun ini membuat masa liburan kali ini mirip dengan liburan Idul Fitri. “Banyak orang yang pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarga atau sekadar berlibur di Jogja,” ujarnya.
Surya menjelaskan, lonjakan signifikan terjadi pada 31 Desember 2024. Lalu kunjungan ke mal pada 1 Januari 2025 mulai mengalami penurunan. Meski begitu, angka kunjungan tetap terbilang tinggi mengingat liburan belum berakhir. Menurutnya, mayoritas tenant di mal-mal memanfaatkan momen ini dengan menawarkan berbagai promo diskon menarik. Serta peluncuran produk-produk baru yang turut meningkatkan daya tarik bagi pengunjung. “Tenant restoran, khususnya, menjadi salah satu tempat favorit bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan sambil berkumpul bersama keluarga atau teman,” jelas General Manager Plaza Ambarrukmo ini.
Dia menilai, momen liburan tahun baru kali ini menunjukkan perkembangan yang positif bagi sektor perbelanjaan di DIY. Dengan lonjakan kunjungan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tidak hanya menguntungkan bagi pengelola mal, tetapi juga bagi ekonomi daerah secara keseluruhan. “Mendapat dampak positif dari meningkatnya jumlah wisatawan dan aktivitas belanja,” katanya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardianto mengatakan, selama libur Nataru ini, wisatawan masih banyak berkunjung ke destinasi yang bersifat alam, budaya, dan kuliner. Pola ini, menurutnya, belum banyak berubah dengan pola wisata tahun-tahun sebelumnya di DIY. “Adanya produk wisata atau event di DIY juga cukup penting untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan,” tuturnya. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin