JOGJA - Pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY 2025 di Gunungkidul kemungkinan akan sedikit mundur dari jadwal semula yang telah direncanakan. Jika sebelumnya, ajang olahraga multievent terbesar di DIY ini akan berlangsung pada awal September, kemungkinan akan bergeser ke pertengahan bulan.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Djoko Pekik Irianto menjelaskan, perubahan jadwal itu dikarenakan, pelaksanaan Porda tahun ini akan berbarengan dengan pelaskaaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Dengan kondisi tersebut, jika biasanya pelaksanaan Porda DIJ bersinggungana dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September, maka dengan sangat terpaksa pelaksanaan tahun ini harus tidak berbarengan.
Kemungkinan Porda akan digelar pada tanggal 15 hingga 23 September. Karena menurut informasi sementara dari Kemenpora, pelaksanaan Popnas akan berlangsung 1 September sampai 9 September, yang mana itu pas dengan penutupannya Haornas.
KONI DIY sudah melakukan beberapa penjajakan, utamanya dengan pihak Kabupaten Gunungkidul selaku tuan rumah Porda kali ini. Menurut Djoko Pekik, secara prinsip tidak ada masalah, asal masih di sekitar akhir bulan Agustus sampai dengan September. "Kalaupun ada maju atau mundur tidak terlalu berdampak pada persiapan atlet utamanya kabupaten/kota yang jelas menggelar program Puslatkot dan Puslatkab," katanya, Senin (30/12).
Mengenai atlet-atlet yang nantinya akan tampil di kedua kegiatan olahraga multi event tersebut, Djoko Pekik mengaku saat ini memang belum melakukan pendataan secara pasti. Hal tersebut dikarenakan, semua kontingen peserta Porda belum memasukkan nama-nama atletnya, karena proses entry by name masih berlangsung dan belum ditutup. Sehingga nama-nama atlet yang akan ikut Porda belum bisa dipastikan.
Meski demikian, KONI DIY dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY selaku pengampu kontingen Popnas DIY untuk menyinkronkan data atlet-atlet yang akan tampil di Popnas dan Porda DIY.
Selain itu, kemungkinan para atlet yang tampil di Popnas dan Porda hanya akan memiliki waktu istirahat sekitar satu pekan saja. Akan tetapi Djoko Pekik menilai, jeda waktu tersebut sudah cukup ideal. "Oleh sebab itu kami akan mengimbau kepada KONI kabupaten/kota untuk memberikan treatment khusus bagi atlet-atlet ini guna mempercepat waktu recovery," lontarnya. (ayu/din).
Editor : Din Miftahudin