JOGJA - Banyaknya tumpukan sampah liar di beberapa titik pada masa libur Natal dan tahun baru (Nataru) menjadi perhatian legislatif. Komisi C DPRD Kota Jogja pun mendorong pemkot memperketat pengawasan sehingga pembuangan sampah liar dapat diantisipasi.
Baca Juga: DLH Gunungkidul Layangkan Teguran terhadap TPS di Patuk yang Terima Sampah dari Kota Jogja
Anggota Komisi C Affan Baskara Patria mengatakan, persoalan sampah harus menjadi perhatian Pemkot Jogja. Apalagi di masa libur panjang seperti sekarang. Sebab produksi sampah kemungkinan akan bertambah imbas dari banyaknya kunjungan wisatawan.
Oleh karena itu dia mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja bisa mengatur jadwal pengambilan sampah lebih baik lagi. Sehingga tidak terjadi penumpukan pada depo-depo maupun sampah liar yang ada di pinggir jalan.
"Pengangkutan sampah pada depo maupun sampah liar harus diperketat. Kalau bisa petugas DLH Kota Jogja jangan sampai libur,” ujar Affan, Minggu (29/12).
Baca Juga: Kasus DBD di Kota Jogja Tahun Ini Mencapai 283 Orang, Naik Hampir Empat Kali Lipat Dibanding 2023
Politikus PAN ini menilai, penanganan cepat masalah sampah di Kota Jogja perlu dilakukan untuk menjaga citra kota pariwisata. Jangan sampai tumpukan sampah di depo dan di jalanan mencoreng predikat itu dan mendapat penilaian buruk dari wisatawan.
Menurut Affan, permalasahan sampah liar memang disebabkan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Lantaran sudah jelas peraturannya bahwa pembuangan sampah liar dilarang.
Guna mencegah pembuangan sampah liar semakin masif, dia juga mendorong Satpol PP Kota Jogja lebih memperketat patroli pengawasan dengan melibatkan personil satlinmas.
"Musim libur Nataru ini harus menyajikan kepada wisatawan bahwa Jogja ini bersih, jangan sampai viral kota sampah. Dulu ramai isu parkir, nuthuk, sekarang jangan sampai ada isu sampah,” tegas Affan.
Baca Juga: Arliansyah abdulmanan Optimistis Bawa PSIM Jogja ke Delapan Besar Liga 2 musim 2024-2025
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko menyatakan, permalasahan sampah liar memang menjadi fokus pihaknya. Upaya pengangkutan sampah pada depo maupun sampah liar pada jalan-jalan protokol terus dilakukan.
Kendati demikian, diakui DLH Kota Jogja tidak bergerak cepat karena keterbatasan teknis. Lantaran dulunya sampah dari Kota Jogja bisa langsung dibuang ke TPA Piyungan.
Namun untuk sekarang sampah-sampah yang diangkut DLH Kota Jogja harus ditimbun dulu pada depo-depo, sebelum nantinya masuk rotasi pengolahan. Tidak adanya TPA Piyungan juga membuat DLH Kota Jogja tidak bisa menggunakan truk dengan kapasitas besar.
"Dulu kami bisa evakuasi langsung menggunakan truk dan dibawa ke TPA Piyungan. Kalau sekarang kami pakai armada kecil untuk didistribusikan ke unit pengolahan yang ada,” terang Haryoko. (inu/laz)
Editor : Din Miftahudin