JOGJA - Bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) berimbas pada refocusing anggaran. Yang juga berdampak pada efisiensi program Pemkot Jogja. Legislatif pun mengingatkan soal skala prioritas.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Triyono Hari Kuncoro mengatakan, Pemkot Jogja juga memiliki porsi bagi anggaran dengan pemerintah pusat yang cukup besar. Angkanya menyentuh 11 persen dari total APBD 2025 atau berkisar Rp 102 miliar yang harus di-refocusing.
Imbas dari refocusing tersebut, kata Kuncoro, tentu akan ada pos anggaran yang sebelumnya sudah dialokasikan pada tahun sebelumnya harus digeser. “Walaupun refocusing tidak se-darurat pandemi Covid-19, namun tentu akan berdampak pada kinerja,” tuturnya, Rabu (25/12).
Politikus PKS itu mengingatkan, agar pemkot sudah bisa menentukan skala prioritas untuk program 2025. Sehingga, program-program yang memiliki dampak besar bagi masyarakat tetap berjalan. Serta beriringan dengan program MBG. “Pemkot harus bisa memastikan skala prioritas anggaran yang harus dipenuhi pada APBD 2025,” katanya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pengkondisian maupun persiapan untuk program MBG. Refocusing anggaran pun dilakukan pada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Dia pun memastikan, program seperti bantuan pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan sampah juga masih aman. Sehingga tetap akan menjadi prioritas atau berjalan di tahun depan “Kami juga sudah ada deal-deal-an dengan dewan agar refocusing tidak mengganggu aktivitas,” ungkap Sugeng. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo