JOGJA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Jogja memastikan kesiapannya menghadapi lonjakan kasus kedaruratan selama musim libur natal dan tahun baru (nataru).
Di satu, rumah sakit plat merah itu juga telah merampungkan pembangunan gedung instalasi bedah sentral (IBS) pada awal bulan Desember ini untuk memaksimalkan pelayanan kepada pasien.
Direktur RSUD Kota Yogyakarta Ariyudi Yunita mengatakan, menghadapi musim libur nataru pihaknya memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan baik.
Bahkan untuk beberapa kategori pelayanan gawat darurat, rawat inap dan pelayanan penunjang seperti laboratorium, radiologi dan farmasi juga akan siaga 24 jam.
“Layanan operatif yang bersifat segera seperti operasi SC juga dipersiapkan selama libur nataru,” ujar Yunita saat dikonfirmasi, Rabu (18/12/2024).
Dia pun memastikan, layanan gawat darurat RSUD Kota Jogja juga telah melakukan langkah antisipatif terhadap kasus traumatik atau kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, juga menyiapkan langkah penanganan untuk kasus kegawatdaruratan lainnya seperti dampak dari bencana cuaca ekstrim atau pola makan yang kurang baik selama libur nataru.
Guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Yunita menghimbau, agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan pola makan yang sehat.
Selain itu perlu juga waspada terhadap cuaca ekstrim dengan meningkatkan kehati-hatian dalam berkendara maupun beraktifitas.
“Sehingga libur nataru kali ini dapat dinikmati dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan tanpa terganggu oleh masalah kesehatan,” imbuh Yunita.
Yunita menambahkan, bahwa pada tanggal 9 Desember 2024 lalu RSUD Kota Jogja juga telah merampungkan pekerjaan konstruksi gedung IBS.
Baik gedung baru, maupun pelayanan bedah sentral itu juga akan beroperasi selama masa musim libur nataru tahun ini.
Sebagai informasi, pembangunan gedung IBS juga masuk sebagai salah satu dari sepuluh proyek strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Kesepuluh proyek tersebut ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2024.
“Untuk pekerjaan konstruksi pembangunan IBS sudah selesai dan serah terima pekerjaan pada hari Senin (9/12/2024),” beber Yunita.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menyampaikan, selama musim libur nataru pihaknya juga menyiapkan alat kejut jantung portabel atau Automated External Defibrillator (AED).
Alat itu tersedia di pusat-pusat keramaian, sebagai upaya penanganan kasus henti jantung yang tidak menutup kemungkinan menyerang wisatawan.
Emma membeberkan, saat ini AED sudah disiagakan di kawasan Malioboro.
Alat kejut jantung portabel itu ditempatkan pada tiga titik yang tersebar di kawasan Maliboro.
Meliputi sisi utara di Teras Malioboro 2, tengah di Plaza Malioboro dan selatan di Teras Malioboro 1.
“Keberadaan untuk mempercepat penanganan bantuan hidup dasar karena waktunya krusial. Kalau semakin cepat tertolong, semakin baik," ungkap Emma. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita