Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG Yogyakarta Ungkap Ada 43 Kapanewon Rawan Bencana Hidrometeorologi Saat Masa Libur Nataru, Berikut Daftarnya

Iwan Nurwanto • Rabu, 18 Desember 2024 | 17:56 WIB
TERDAMPAK: Pohon yang tumbang karena bencana hidrometeorologi di pinggir jalan kawasan Condongcatur, Depok, Sleman Senin (2/12/2024).
TERDAMPAK: Pohon yang tumbang karena bencana hidrometeorologi di pinggir jalan kawasan Condongcatur, Depok, Sleman Senin (2/12/2024).

JOGJA - Masyarakat maupun wisatawan yang berwisata ke DIY selama libur natal dan tahun baru (nataru) wajib meningkatkan kewaspadaan. 

Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengungkap ada 43 kapanewon (kecamatan) dan satu kotamadya yang rawan bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, untuk saat ini wilayah DIY sudah memasuki musim penghujan. 

Selama periode itu terpantau adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat daya Jawa. 

Kondisi itu, membentuk wilayah pertemuan angin (konvergensi) di sebagian besar wilayah Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara termasuk wilayah DIY. 

Disamping itu, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berkontribusi pada aktivitas pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Jawa.

Warjono melanjutkan, peningkatan curah hujan di wilayah DIY beberapa waktu kedepan juga dipengaruhi oleh naiknya suhu permukaan air laut di sekitar perairan Jawa. 

Sebab berpotensi menambah massa uap air dan dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan.

“Sehingga kami menghimbau agar masyarakat waspada potensi cuaca ekstrim di beberapa wilayah DIY."

" Karena rawan terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” ujar Warjono dalam keterangannya, Rabu (18/12/2024).

Lebih lanjut, dia membeberkan, bahwa total ada 43 kapanewon dan satu kota di DIY yang memiliki potensi ancaman bencana hidrometeorologi. 

Meliputi kapanewon Tempel, Seyegan, Minggir, Moyudan, Godean, Mlati, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Depok, Berbah, Kalasan, dan Prambanan di kabupaten Sleman.

Lalu kapanewon Kasihan, Sewon, Banguntapan, Piyungan, Pleret, Jetis, Bantul, Pandak, Bambanglipuro, Pundong, Srandakan, Sanden, dan Kretek di kabupaten Sleman. 

Kemudian kapanewon Pengasih, Sentolo, Temon, Wates, Panjatan, dan Galur di Kulonprogo.

Serta di kabupaten Gunungkidul meliputi kapanewon Purwosari, Panggang, Saptosari, Wonosari, Paliyan, Karangmojo, Playen, Semanu, Tanjungsari, Tepus, dan Semin. 

Sementara untuk Kota Jogja hampir semua kemantren rawan potensi bencana hidrometeorologi.

Dengan berbagai kondisi tersebut, BMKG Yogyakarta menghimbau agar masyarakat dan instansi terkait bisa lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. 

Khususnya berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama periode natal dan tahun baru (nataru) 2024-2025.

“Terlebih lagi pada wilayah dengan topografi curam, bergunung, dan tebing."

"Diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” pesan Warjono.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot Jogja) juga telah mengeluarkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 31 Desember 2024 mendatang. 

Selain itu, pemkot juga meminta agar masyarakat bersiap menghadapi cuaca ekstrim hingga awal tahun 2025 mendatang.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Aki Lukman Nor Hakim menyampaikan, daerah rawan bencana di Kota Jogja mayoritas berada di kawasan bantaran sungai. 

Oleh karena itu, pihaknya telah menyiagakan early warning system (EWS) pada beberapa titik.

“Sampai saat ini ada sebanyak 4.018 Kartu Keluarga (KK) di Kota Jogja yang terdampak dan rawan terkena bencana banjir dari luapan sungai."

"Data tersebut sejak tahun 2021-2024,” terang Aki. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Wisata #Libur NATARU #bencana hidrometeorologi