Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPST Piyungan Kembali Dibuka, Namun Hanya untuk Menampung Sampah Kota Jogja Bulan Ini

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 18 Desember 2024 | 05:00 WIB

PENGANGKUTAN: Tumpukan sampah di Depo Sampah Lempuyangan Kota Jogja yang mulai diangkut menggunakan truk.
PENGANGKUTAN: Tumpukan sampah di Depo Sampah Lempuyangan Kota Jogja yang mulai diangkut menggunakan truk.
 

JOGJA – Tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan kembali dibuka. Namun hanya difungsikan untuk menampung sampah dari Kota Jogja.

Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLHK DIY Aris Prasena menjelaskan, langkah ini diambil karena kondisi depo yang terus meluber. Pembukaan ini, sudah dilakukan sejak awal Desember.

Sedangkan pembuangan sampah dari Kota Jogja menuju TPST Piyungan dilakukan dua kali dalam sepekan. Mengingat kondisi TPST Piyungan yang kapasitasnya sudah mendekati penuh. Sehingga evakuasi tidak bisa dilakukan secara masif.

"Nanti kami evakuasi lagi sebelum 25 Desember, harapnnya masih cukup untuk meng-handle sampai awal Januari 2025," sebutnya Selasa (17/12/2024).

Hal ini, lanjutnya, untuk mengantisipasi adanya tumpukan sampah di Kota Jogja saat momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Sedangkan untuk kabupaten lain, antisipasi penumpukan sampah bisa dilakukan dengan cara mengadakan penampungan sementara. "Jadi tidak perlu melakukan evakuasi ke Piyungan," tuturnya.

Menurutnya, jumlah sampah yang dihasilkan wisatawan sekitar 0,4-0,8 kilogram per orang. Jumlah tersebut bisa dikalikan dengan total wisatawan yang berkunjung saat Nataru. Oleh karena itu, dia mengimbau untuk penyelenggara acara akhir tahun bisa ikut andil dalam mengurangi sampah. Seperti dengan menggunakan material yang dapat digunakan kembali. "Kalau sampah dinolkan belum memungkinkan," ujarnya.

Selain itu, setiap objek wisata atau titik keramaian diharapkan bisa menyediakan tempat sampah terpilah. Sehingga sampah anorganik yang telah terpilah bisa didistribusikan ke bank sampah atau pelapak terdekat untuk dijual atau didaur ulang.

"Itu dibarengi kerja sama dengan mitra olah (sampah, Red)," bebernya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Kampanye Walhi Yogyakarta, Elki Setiyo Hadi menyebut, penutupan TPST Piyungan memunculkan permasalahan baru. Mulai dari penumpukan sampah di depo, kemunculan tempat pembuangan sampah liar, hingga masifnya pembakaran sampah di wilayah padat penduduk. "Itu merupakan bentuk dari kegagalan Pemprov DIJ dalam mengintegrasikan dan melakukan koordinasi kepada jajaran-jajaran di bawahnya," tuturnya. (oso/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#2025 #Objek Wisata #Kota Jogja #nataru #Pemprov DIJ #Yogyakarta #Tempat Pembuangan Sampah Terpadu #TPST #dibuka #januari #DEPO #Difungsikan #evakuasi #tempat sampah #Sampah #DLHK DIY #natal 2024 dan tahun baru 2025 #desember #TPST Piyungan #walhi