Pencetak Gol Terbanyak Sementara
- Rafinha (PSIM Jogja ) : 11
- Juninho Cabral (PSMS Medan) : 11
- Ezechiel N’Douassel ( Persela Lamongan) : 10
- Pablo Henrique (Persikota Tangeran) : 9
- Matheus Silva ( PSKC Cimahi) : 8
- Deri Corfe (Persiraja Banda Aceh) : 8
JOGJA - Kemenangan PSIM Jogja 1-0 atas Persipa Pati di pekan ke-14 kompetisi Liga 2 musim 2024/2025 di Stadion Mandala Krida, Minggu (15/12) harus dibayar mahal. Striker asing PSIM Jogja Rafael de Sa Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha mengalami cedera engkel.
Pada laga itu, Rafinha harus menepi lapangan lebih cepat. Pemain asal Brasil itu ditarik keluar lapangan di menit ke-59 setelah berbenturan dengan para bek Persipa Pati. Posisinya digantikan digantikan oleh Irvan Mofu.
Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara menjelaskan, sejauh ini dia belum bisa memastikan kondisi dari striker yang kini sudah mengoleksi 11 gol untuk PSIM ini. Dia akan lihat perkembangannya dan berkomunikasi dengan dokter tim. “Kami tunggu perkembangannya. Harapangan bisa segera pulih," katanya, Senin (16/12).
Menurut Seto, jika memang cedera yang dialami oleh Rafinha itu serius, itu bakal menjadi pukulan telak bagi PSIM Jogja di laga-laga mendatang. Pasalnya terdekat Laskar Mataram akan kembali berebut puncak klasemen dengan Bhayangkara FC di Stadion Mandala Krida. Laga kedua tim ini akan dipentaskan Kamis (19/12) mendatang. "Tapi kalaupun itu bermasalah kami akan menyiapkan pemain lain," lontar Seto.
Tak hanya Rafinha, bek PSIM Jogja Lucky Octavianto pun juga mengalami cedera saat menjamu Laskar Saridin julukan Persipa Pati. Lucky pun juga harus ditarik keluar dan digantikan oleh Ghulam Fatkur Rahman di laga tersebut. Lucky cedera di bagian kepala dan setelah jeda babak pertama Lucky diperiksa ternyata tidak bisa melanjutkan permainan.
Baca Juga: PSS Sleman v PSIS Semarang, Seharusnya Bisa Memutus Tren Negatif di Stadion Manahan Solo
Di sisi lain, pemain U-21 PSIM Jogja Muhammad Fariz yang sudah sedikit pulih dari cederanya nampaknya juga akan disiapkan oleh jajaran pelatih di laga-laga ke depan. Untuk Fariz rasa traumatik masih ada. Dia sudah ikutkan di dua laga terakhir agar keberaniannya bisa muncul. “Tapi saya juga tidak mau ambil risiko,” tambah Seto.
Dijelaskannya, Fariz sebenarnya mengaku sudah siap jika dimainkan. Tetapi dari sisi medis belum memberikan lampu hijau. Harapannya di babak delapan besar nanti Fariz bisa dimainkan.(ayu/din).
Editor : Din Miftahudin