KULON PROGO - Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Trisik rusak sejak 2006 lalu. Kondisi ini menyebabkan nelayan dan penjual ikan tak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya. Tahun ini, mereka dapat bernafas lega. Itu karena TPI Trisik yang direnovasi sejak Agustus lalu, resmi beroperasi, Minggu (15/12).
Ketua TPI Trisik Suratimin menyebutkan, fasilitas TPI memudahkan aktivitas perdagangan ikan baik untuk nelayan maupun penjual. Ini juga semakin menambah semangat mereka untuk menggeliatkan ekonomi di Trisik."Bangunan baru dan tempat baru, bisa jadi sarana untuk menambah income,” ucap Suratimin.
Sebelum ada bangunan baru, perdagangan ikan berada di TPI lama. Bangunan lama sudah ada sejak lebih dari 25 tahun lalu. Namun di 2006 bangunan terdampak abrasi hingga membuat roboh. Akibatnya, pelelangan ikan di TPI Trisik terganggu. Padahal saat itu, cukup banyak aktivitas jual beli ikan baik dari nelayan ke pedagang maupun pedangang ke pembeli. Sayangnya, akibat robohnya bangunan kebanyakan pedagang memutuskan untuk tidak melanjutkan berjualan. Beberapa pedagang yang memutuskan tetap berjualan, juga memilih tak melakukan transaksi di TPI lama. Lantaran, faktor keamanan dan kenyaman pembeli yang hendak melakukan transaksi."Dulu banyak, terus setelah roboh hanya 5 pedagang, dan kini bersisa 2 pedagang," ujarnya.
Suratimin berharap, keberadaan TPI Trisik mampu menyedot kembali pedagang lama yang berhenti berjualan. Selain itu, fasilitas yang ada juga menjadi daya tarik baru bagi pengunjung untuk berbelanja ikan tangkapan langsung dari nelayan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro menyampaikan, pembangunan TPI Trisik mendapat dukungan Dana Keistimewaan sebesar Rp 1,5 Miliar.
Sebelum melakukan pembangunan, DKP terlebih dahulu perlu mengantongi izin penggunaan tanah. Lantaran, tempat dibangunnya TPI hanya berkisar 100 meter dari TPI sebelumnya. Kawasan tersebut masuk tanah kepemilikan Pakualaman (PA). Maka dari itu, pihak telah melakukan proses ijin dan telah mengantongi palilah dari Penghageng Panitikismo Kadipaten Pakualaman."Harapannya ini menjadi semangat baru untuk nelayan dan pedagang," ucap Wakhid.
Setelah beroperasi, pihaknya mulai mengembangkan TPI Trisik untuk mengarah pada wisata kuliner. Nantinya, selain pelelangan ikan, TPI akan dikonsep sebagai restoran di malam hari.
Peresmian TPI Trisik tidak hanya disambut baik pedagan dan nelayan, melainkan masyarakat sekitar. Peresmian ditandai dengan lomba pasiran di Pantai Trisik. Ada 120 peserta yang mengikuti lomba ini. Lomba berlangsung selama 6 jam, dengan penilaian hasil tangkapan terbesar. Selain itu, peresmian juga diramaikan dengan pameran hasil olahan laut. (gas/din)
Editor : Din Miftahudin