Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jaga Sumbu Filosofi Aman dari Kebakaran, Damkarmat Kota Jogja Gelar Simulasi Penanganan si Jago Merah

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 10 Desember 2024 | 13:00 WIB

Relawan berusaha memadamkan api yang membakar kendaraan mobil saat simulasi penanganan kebakaran di Jalan Perwakilan, kawasan Malioboro, Kota Jogja, Senin (9/12/2024).
Relawan berusaha memadamkan api yang membakar kendaraan mobil saat simulasi penanganan kebakaran di Jalan Perwakilan, kawasan Malioboro, Kota Jogja, Senin (9/12/2024).
 

JOGJA - Pemkot Jogja berupaya menjaga kawasan sumbu filosofi dari bencana kebakaran. Salah satu upayanya dilakukan dengan simulasi penanganan kebakaran yang melibatkan sektor swasta hingga masyarakat Senin (9/12/2024).

Pantauan Radar Jogja,  skenario simulasi dengan ada keluarga usai menginap di hotel lalu mengalami kendala kendaraannya. Adegan berlanjut mobil yang mengalami kebakaran, lalu dilakukan penanganan bersama dengan pihak hotel dan masyarakat hingga bisa memadamkan api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja Taokhid mengatakan, simulasi penanganan kebakaran itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan sekaligus penanganan kebakaran. Khususnya di kawasan sumbu filosofi sebagai salah satu cagar budaya yang sudah diakui UNESCO.

"Kegiatan ini sebagai upaya menjaga kawasan cagar budaya agar nilai filosofinya tidak hilang,” ujar Taokhid di sela-sela simulasi.

Taokhid menambahkan, adanya simulasi itu juga bertujuan untuk membangun sinergitas seluruh komponen yang ada di kawasan sumbu filosofi. Baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat yang tinggal di kawasan itu. Sehingga kejadian kebakaran pun bisa ditangani sebelum petugas damkar tiba di lokasi.

Dia menilai, kawasan sumbu filosofi di Jogjakarta memang memiliki potensi kebakaran cukup tinggi. Itu tidak lepas dari padatnya penduduk sekaligus tingginya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Terlebih banyak aktivitas wisatawan yang kemungkinan menyebabkan kebakaran. Misal membuang puntung rokok sembarangan. "Kami akui di kawasan sumbu filosofi faktor risiko kebakarannya cukup banyak," ungkapnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro yang ikut hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi kegiatan simulasi penanganan kebakaran di kawasan sumbu filosofi. Bahkan legislatif akan berusaha agar kegiatan itu bisa dilakukan setahun tiga kali. Sebagai upaya mendukung target program Jogja Aman Kebakaran di tahun 2025.

Bambang menilai, upaya antisipasi dan peningkatan infrastruktur kebakaran memang perlu digencarkan di Kota Jogja. Sebab pada 2023 tercatat ada 96 kasus kebakaran. Sementara untuk tahun ini hingga November lalu sudah terjadi 59 kasus kebakaran.

Dia pun memastikan Komisi C juga telah mendukung pengadaan hidran kering pada tiap kampung. Sehingga penanganan kebakaran pada tiap wilayah pun bisa lebih optimal. "Kami dukung kegiatan dinas kebakaran agar pada 2025 Jogja aman dari kebakaran,” tegasnya. (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Memadamkan Api #Kota Jogja #dprd kota jogja #penduduk #pengadaan #keluarga #simulasi #radar jogja #Hidran Kering #Kebakaran #kawasan #penanganan #swasta #menjaga #cagar budaya #Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan #Pemkot Jogja #UNESCO #kampung #Sumbu Filosofi #Damkarmat #masyarakat #Komisi C #Jogjakarta #bencana kebakaran