JOGJA - Pemerintah kota (pemkot) Jogja berupaya mendorong organisasi kepemudaan karang taruna bisa lebih modern. Hal tersebut dinilai penting, sehingga karang taruna di Kota Jogja dapat lebih berkontribusi kepada masyarakat dan membantu penyelesaian masalah sosial.
Baca Juga: Mengenal Enggista Hendriko Delano, Berhasil Jadi Wisudawan Doktoral Termuda UNY di Usia 25 Tahun
Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto mengatakan, kehadiran karang taruna sudah diakui pemerintah pusat Peraturan Menteri Sosial RI (Permensos) Nomor 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna. Dalam peraturan tersebut, karang taruna merupakan organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan diri.
Oleh karena itu, Sugeng berharap, agar karang taruna di Kota Jogja mampu untuk berpikir kreatif, efektif dan efisien. Selain itu karang taruna pun harus berani tampil beda, unik, terus inovasi dan berbeda dengan kabupaten lain.
Baca Juga: Stok Menipis, Harga Cabai Rawit di Pasaran Naik Terus, Dalam Sehari Alami Kenaikan Rp 5 Ribu
Menurut dia, karang taruna merupakan organisasi yang memiliki potensi dan kekuatan luar bisa. Sehingga, harapannya karang taruna di Kota Jogja dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang kini dihadapi.
“Seperti masalah sampah dan kenakalan remaja. Ini semua terpusat di Kota Jogja dan generasi muda setidaknya harus bisa menjadi contoh positif di wilayahnya masing-masing,” ujar Sugeng, Minggu (9/12).
Upaya untuk meningkatkan kemampuan karang taruna di Kota Jogja telah diwujudkan oleh pemkot melalui kegiatan pelatihan. Salah satunya dalam acara Peningkatan Kapasitas Karang Taruna Kota Jogja yang diselenggarakan pada salah satu hotel di Kota Jogja, Minggu (9/12).
Baca Juga: Hanya Jadi Penerima Manfaat, Pemkab Sleman Belum Uji Coba Sendiri Program Makan Bergizi Gratis
Dalam kegiatan itu ditekankan tentang pelatihan manajemen organisasi dengan menggunakan sistem digitalisasi. Misalnya dalam aspek pendataan anggota, pelaporan keuangan, dan dokumentasi kegiatan. Melalui kegiatan itu harapannya karang taruna dapat semakin siap berkontribusi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Maryustion Tonang mengungkapkan, total ada 55 anggota yang ikut dalam kegiatan peningkatan kapasitas karang taruna. Meliputi perwakilan dari kelurahan, kemantren, hingga tingkat kota.
Tyon begitu dia akrab disapa membeberkan, lewat kegiatan itu perwakilan karang taruna mendapatkan berbagai materi. Misalnya tentang kepemimpinan, penyusunan program kerja, manajemen konflik, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan organisasi.
“Kehadiran anggota karang taruna menjadi wujud nyata bahwa eksistensi mereka terus dijaga. Karena anak muda mempunyai kewajiban membangun di wilayah bersama pemerintah dan negara,” terang Tyon.
Sementara itu, salah satu peserta yang juga Sekretaris Karang Taruna Cipta Brata Patangpuluhan Meita Dwi Cahyani mengaku, kegiatan pelatihan sangat bermanfaat. Sebab dapat membuat anggota karang taruna bisa menyusun program kerja yang efektif dan transparan.“Harapan kami dengan kegiatan ini dapat memperkuat internal organisasi,” terang Meita. (inu)
Editor : Din Miftahudin