Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stok Menipis, Harga Cabai Rawit di Pasaran Naik Terus, Dalam Sehari Alami Kenaikan Rp 5 Ribu

Iwan Nurwanto • Selasa, 10 Desember 2024 | 04:15 WIB

 

 

 

 

Ilustrasi kenaikan harga cabai
Ilustrasi kenaikan harga cabai

 

JOGJA - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja mencatat ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga menjelang musim libur Natal dan tahun baru (Nataru). Upaya pengendalian pun tengah dilakukan instansi tersebut melalui program pasar murah kemantren.

Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja Sri Riswanti mengatakan, dari pantauan di sejumlah pasar tradisional ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya cabai rawit merah dan telur.

Kenaikan cabai rawit merah cukup signifikan. Pada Minggu (9/12) harganya masih di kisaran Rp 26 Ribu per kilogram. Namun pada Senin (10/12) sudah menyentuh Rp 31 Ribu atau ada kenaikan Rp 5 Ribu.

Telur ayam ras juga mengalami kenaikan namun tidak terlalu signifikan. Minggu (9/12) harga telur ayam menyentuh Rp 26 Ribu per kilogram. Namun pada Senin menjadi Rp 28 Ribu. “Kalau untuk komoditas langka menjelang Nataru ini tidak ada, tapi kalau kecenderungan naik harga sedikit sedikit ada memang kami temukan,” ujar Riswanti, Senin (10/12).

Menurutnya, kondisi musim penghujan seperti sekarang memang cukup berpengaruh terhadap produksi komoditas cabai rawit merah. Sebab berdampak pada menurunnya hasil panen.

Meskipun demikian, Riswanti meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir karena dalam waktu dekat ini tanaman cabai kemungkinan sudah kembali memasuki masa tanam. Pasokan cabai di Kota Jogja berasal dari Temanggung dan Magelang, Jawa Tengah.

Perihal ketahanan ketersediaan komoditas cabai rawit merah, Riswanti mengakui, pihaknya memang cukup menaruh perhatian. Lantaran stok cabai yang saat ini ada hanya mampu bertahan untuk satu bulan kedepan.

Sementara untuk komoditas lainnya dia memastikan masih aman. Misalnya untuk beras ketersediaannya akan tahan hingga tiga bulan ke depan. Lalu jagung kemungkinan dua bulan, kedelai 2,6 bulan, cabai bawang putih hampir empat bulan aman. Sementara untuk telur ayam 2,6 bulan, daging ayam 1,5 bulan, daging sapi hingga 8 bulan, gula pasir 2,8 bulan, dan tepung terigu kemungkinan aman hingga 1,5 bulan.“Komoditas cabai rawit memang perlu diantisipasi untuk ketersediaannya, karena mudah busuk dan tidak bisa di stok,” katanya.

Upaya untuk menjaga stabilitas bahan pokok di Kota Jogja juga telah diupayakan dinas perdagangan melalui operasi pasar murah tingkat kemantren. Dengan kegiatan tersebut harapannya dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.

Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono menyampaikan, hingga akhir tahun pihaknya memiliki stok beras secara nasional hingga 2 juta ton. Sehingga dia memastikan stok beras hingga musim libur nataru masih tetap aman.

Stok beras kemungkinan juga akan bertambah pada awal tahun nanti. Sebab memasuki Maret mendatang, sebagian besar lahan pertanian di Indonesia sudah memasuki musim tanam pertama (MT1). “Stok 2 juta ton itu terbesar setelah sekian tahun. Jadi aman,” terang Wahyu. (inu/din)

Editor : Din Miftahudin
#jelang Nataru #naik drastis #telur #harga cabai