Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Pemkot Jogja Optimalkan Kampung Sayur untuk Suplai Bahan Makanan

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 7 Desember 2024 | 15:40 WIB
Warga memeriksa kondisi sayur yang ditanam di kebun sayur organik kelompok tani Sekar Arum, di Kampung Macanan, Bausasran, Danurejan, Kota Jogja, Jumat (6/12/2024).
Warga memeriksa kondisi sayur yang ditanam di kebun sayur organik kelompok tani Sekar Arum, di Kampung Macanan, Bausasran, Danurejan, Kota Jogja, Jumat (6/12/2024).

JOGJA - Pemkot Jogja bersiap menyambut implementasi program makan bergizi gratis (MBG) yang digaungkan pemerintah pusat. Salah satu upayanya melalui optimalisasi kampung sayur yang akan menyuplai bahan makanan untuk program ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi mengatakan, meski belum ada petunjuk teknis (juknis) untuk program MBG, pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif. Yakni dengan mempersiapkan suplai bahan makanan untuk program tersebut.

Sukidi menyatakan, untuk mempersiapkan suplai bahan makanan pihaknya sudah membina kelompok-kelompok tani yang ada di Kota Jogja. Sehingga nantinya bisa siap apabila bersinergi dengan program yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto itu.

"Kelompok tani yang  kemarin sudah ada, baik itu kampung dan lorong sayur akan kami tumbuhkan kembali. Bahkan sebenarnya sudah kami tumbuhkan, namun nanti diperluas,” ujar Sukidi Jumat (6/12/2024).

Sukidi melanjutkan, kampung sayur di Kota Jogja sendiri sudah ada pada 45 kelurahan. Bahkan dalam satu kelurahan ada yang memiliki lebih dari satu kampung sayur. Adapun DPP Kota Jogja telah melakukan pembinaan kampung sayur melalui kelompok-kelompok tani.

Dikatakan mantan Sekretaris DPP Kota Jogja ini, pihaknya mencatat sudah ada 288 kelompok tani. Kemudian 160 kelompok perikanan, baik perikanan budi daya maupun kelompok pengolah makanan.

Dalam proses produksinya pun dia memastikan dengan cara organik atau bebas dari penggunaan bahan kimia. “Sehingga kami tinggal mensinergikan dengan mandatori MBG. Harapannya kampung sayur nanti bisa menyuplai bahan-bahan makanannya,” terang Sukidi.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat menyampaikan, legislatif sudah menyetujui alokasi APBD 2025 untuk program MBG sebesar Rp 90 miliar. Rinciannya, Rp 75 miliar untuk MBG dan Rp 15 miliar sisanya untuk biaya tidak terduga (BTT).

Sinarbiyat menjelaskan, tujuan program MBG tidak lain untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan ibu hamil. Namun di sisi lain juga diharapkan dapat membantu pemberdayaan pengusaha kecil dan menengah. Termasuk kampung-kampung sayur yang ada di Kota Jogja.

Oleh itu, dia berharap dalam program MBG di Kota Jogja penyedia bahannya benar-benar dari pengusaha lokal. Sehingga program itu dapat memberikan dampak positif ganda, meningkatkan gizi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

 "Kami di DPRD sangat berharap para pihak yang mendapatkan kesempatan dari pemerintah pusat untuk menjadi penyedia MBG bisa memberdayakan UMKM,"  pesan Sinarbiyat. (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pembinaan #Kota Jogja #dprd kota jogja #Mbg #perikanan #DPP Kota Jogja #implementasi #btt #presiden prabowo subianto #kelurahan #Makan Bergizi Gratis #Pemkot Jogja #kampung sayur #pemerintah pusat #program #kelompok #Dinas Pertanian dan Pangan #bahan makanan #biaya tidak terduga