JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi jalur masuk ke DIY sisi timur berpotensi terjadi penumpukan kendaraan saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
"Kami mengatur pendataan kaitannya dengan pintu masuk. Tahun ini sepertinya yang utama menjadi pintu masuk Jogja dari timur," ujar Plt Kepala Dishub DIY Wiyos Santoso saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (5/12/2024).
Adanya pembukaan fungsional tol di sebelah timur Candi Prambanan menambah kemudahan akses bagi masyarakat yang datang ke Jogja.
Menurut informasi yang ia dapat, mulai tanggal 20 Desember 2024 tol sudah dibuka, namun hanya untuk siang hari dan diperkirakan masih gratis.
"Jadi sampai tanggal 3 Januari 2025 secara fungsional dibuka untuk menyambut libur Nataru. Kami titik beratkan di arah timur karena berpotensi kendaraan menumpuk di Prambanan," bebernya.
Mengantisipasi itu, ia berkoordinasi dengan Dishub Sleman untuk bekerjasama memantau pergerakan kendaraan di area tersebut.
Ia juga memperkirakan traffic light di kawasan Prambanan berpotensi terjadi antrean panjang kendaraan.
"Kami juga berharap bisa bekerjasama dengan Pemkab Klaten. Karena pintu tol berada di sisi barat Kabupaten Klaten," jelasnya.
Ia juga akan mendirikan Posko pengamanan Nataru di seluruh pintu masuk DIY seperti di Prambanan dan Piyungan.
Berkaca pada tahun sebelumnya, daerah Piyungan juga berpotensi terjadi penumpukan kendaraan.
Namun, ia belum bisa memperkirakan jumlah mobilitas kendaraan yang akan hilir mudik di DIY.
"Namun yang pasti, banyak moda transportasi akan penuh, seperti pesawat ataupun kereta, terutama kendaraan roda empat," tegasnya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub DIY Sumariyoto menambahkan, berdasarkan data Nataru tahun lalu total kendaraan yang masuk dari empat pintu masuk ke DIY sebanyak 484.837 kendaraan.
Sedangkan kendaraan yang keluar dari DIY sebanyak 532.377 kendaraan.
"Terbesar di pintu timur, Prambanan. Jadi di Prambanan sendiri, untuk yang keluar 575.663 sedangkan yang masuk 401.000 kendaraan. Itu kondisi traffic-nya," ujarnya.
Petugas Dishub akan ditugaskan melakukan pantauan dengan mendirikan posko di Prambanan dan Piyungan.
Ia juga memprediksi jumlah kendaraan yang masuk di Prambanan meningkat karena faktor dibukanya gerbang tol di sebelah timur Candi Prambanan.
"Kemudahan akses menjadi faktor tingginya angka mobilitas kendaraan," tuturnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin