JOGJA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran Rp 10 ribu per anak per hari resmi ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto setelah rapat terbatas di istana pada Jumat (29/11/2024). Awalnya pemerintah menaksir porsi per anak Rp15 ribu. Namun, penyesuaian dilakukan setelah melihat anggaran.
Lalu, dengan nominal tersebut, porsi makan apa yang sebenarnya bisa didapatkan?
Dengan membawa uang Rp 10 ribu, Radar Jogja menjajal menu makan siang di salah satu warung tegal (warteg) di Jalan Suryowijayan, Mantrijeron, Kota Jogja. Di warteg tersebut, menu seharga Rp 10 ribu bisa mendapatkan beberapa opsi menu.
Beberapa pilihan menu yang dapat dinikmati dengan harga pas Rp 10 ribu adalah nasi dengan dua pilihan lauk, yakni kikil, telur puyuh, atau usus. Kemudian nasi dengan sayur dan telur dadar. Sayur di warteg ini ada beberapa varian. Seperti sawi putih, sawi hijau, buncis, kangkung, hingga ca jamur.
Pemilik warteg Dina menyebut, ada juga opsi menu yang dijajakan di bawah harga Rp 10 ribu. Yakni nasi dengan sayur seharga Rp 6 ribu. Lalu nasi dengan telur dadar seharga Rp 9 ribu. Kemudian nasi sayur dengan lauk seperti orek tempe, kentang mustofa, atau kentang balado seharga Rp 9 ribu. “Kalau yang Rp 10 ribu atau di bawahnya itu kan hitungannya nggak pakai lauk gede kayak ayam, ikan gitu. Paling cuma telur aja,” katanya kepada Radar Jogja, Selasa (3/12/2024).
Menurut Dina, dengan anggaran Rp 10 ribu per anak, rasanya sulit untuk memenuhi kebutuhan gizi secara lengkap. Terutama jika mengharapkan menu dengan porsi empat sehat lima sempurna. “Kalau Rp 15 ribu masih mending, kalau Rp 10 ribu ya pasti bingung,” ujarnya.
Dia menyebut, akan ada kesulitan dalam menentukan lauk atau sayur untuk menemani nasi dengan menu senilai Rp 10 ribu. Lantaran gizi lengkap biasanya ada di lauk seperti ikan atau ayam. “Sekarang kan apa-apa juga sudah mahal, kalau sekarang ini kebantu cabai keriting merah lagi murah aja,” ungkapnya.
Radar Jogja kemudian mencoba mengunjungi warteg lainnya yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Keparakan, Kota Jogja. Dengan harga Rp 10 ribu, di warung makan ini bisa mendapatkan nasi, sayur, dan telur dadar. Opsi lainnya jika tidak menggunakan telur maka akan mendapatkan tiga menu berupa sayuran saja. Mulai dari tauge, kangkung, melinjo, dan sayur nangka. Sedangkan untuk bisa makan ayam dan satu macam sayur harganya Rp 15 ribu.
Salah satu karyawan warteg Endah mengatakan, di warteg ini bisa juga mendapatkan satu porsi makanan berisi nasi, satu jenis sayur, dan satu jenis lauk protein selain daging, misalnya tempe atau tahu. Warteg ini juga menawarkan kemungkinan untuk mendapatkan satu menu lauk lagi, namun dengan porsi yang lebih sedikit.
“Pilihannya (menu Rp 10 ribu, Red) relatif hampir sama sebenarnya kalau di Jogja. Kalau menu yang ada proteinnya (ayam, Red) itu harganya tinggi. Nasi ayam saja sudah Rp 12 ribu,” katanya.
Sementara di salah satu warung nasi rames di Jalan Glagahsari, Umbulharjo, Kota Jogja, dengan uang Rp 10 ribu bisa mendapatkan menu seperti nasi lele, nasi ati, nasi ampela, nasi paha atas, serta nasi telur, tahu, tempe.
Pemilik warung Sri mengatakan, menu dengan harga Rp 10 ribu ini tidak termasuk sayur dan hanya dilengkapi dengan lalapan serta sambal. Minuman juga belum termasuk dalam harga tersebut. "Tetapi warung satu dan yang lain kan beda-beda," ungkapnya.
Menurutnya, anggaran Rp 10 ribu untuk makan sederhana masih tergolong wajar di Jogja. Terutama untuk makanan berbahan dasar telur, tahu, dan tempe yang harganya lebih terjangkau. Di warungnya, Sri mematok harga mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu untuk berbagai pilihan menu. "Uang Rp 10 ribu masih bisa buat makan kalau di Jogja, paling telur, tahu, tempe," katanya.
Perhitungan satu porsi ini juga belum mencakup minuman. Di mana air putih menjadi opsi paling memungkinkan untuk bisa menyantap makanan lengkap dengan minumnya tanpa merogoh kocek lebih. Minuman kaya kalsium seperti susu belum bisa didapatkan dengan harga tersebut. (tyo)