Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Refocusing APBD Imbas Penerapan Program Makan Siang Gratis, Pj Wali Kota Jogja: Anggaran Infrastruktur, Pendidikan, dan Pengelolaan Sampah Aman

Iwan Nurwanto • Selasa, 3 Desember 2024 | 22:49 WIB

 

Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto saat ditemui, Selasa (3/12/2024).  (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto saat ditemui, Selasa (3/12/2024). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

JOGJA - Pemerintah kota (Pemkot) Jogja dipastikan melakukan refocusing Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025. Itu dampak dari menjalankan program makan siang bergizi gratis milik pemerintah pusat. Hanya saja, kepala daerah setempat memastikan refocusing tidak berpengaruh terhadap anggaran program-program krusial.

Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengkondisian maupun persiapan untuk program makan siang bergizi gratis. Salah satunya, melalui refocusing anggaran pada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkup Pemkot Jogja.

Meskipun tidak bisa menjelaskan secara rinci, Sugeng memastikan, refocusing anggaran pada tiap SKPD itu tidak mengorbankan program yang berdampak pada masyarakat luas. Artinya, meski ada alokasi anggaran untuk makan siang gratis. Program yang dikorbankan hanya yang bersifat sporadis dan bukan memiliki efek jangka panjang.

“Sudah dikoordinasikan pada tiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk dilakukan penghematan,” ujar Sugeng saat ditemui, Selasa (3/12/2024).

Dia pun memastikan, bahwa program-program seperti bantuan pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan sampah juga masih aman. Sehingga ketiga program prioritas tersebut kemungkinan akan tetap berjalan di tahun 2025 mendatang.

Diakui Sugeng, ketiga program prioritas itu memang harus tetap dijalankan meski ada arahan dari pemerintah pusat untuk memprioritaskan program makan siang bergizi gratis bagi siswa sekolah, balita, dan ibu hamil. Sebab berefek langsung di masyarakat jika tidak berjalan.

“Infrastruktur, pendidikan, dan sampah sangat penting. Kami juga sudah ada deal-dealan dengan dewan agar refocusing tidak mengganggu aktifitas. Namun memang ada kegiatan yang terkondisi lalu dihilangkan, terutama yang sifatnya sporadis,” beber Sugeng.

Dari informasi yang diterima Radar Jogja dari salah satu sumber di DPRD Kota Jogja, pemkot melakukan refocusing anggaran hingga Rp. 200 miliar untuk memuluskan program makan siang bergizi gratis. Sebagaimana diketahui, program makan siang bergizi gratis digaungkan oleh presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat mendorong agar pemkot bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Sebab memasuki tahun 2025, pemerintah pada tiap daerah di Indonesia akan memiliki kewajiban untuk mensukseskan program makan bergizi gratis.

Politisi Partai Gerindra itu meminta, pemkot harus segera mulai melakukan evaluasi, identifikasi, dan intensifikasi terhadap potensi PAD di Kota Jogja. Sebab menurutnya masih ada banyak potensi PAD yang belum digali secara maksimal.

“Kami meminta pemkot untuk memaksimalkan potensi PAD guna mendukung berbagai program pembangunan di Kota Jogja,” terang Sinarbiyat belum lama ini. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#refocusing #Pendanaan #Pemkot Jogja #Sampah #Program Makan Bergizi