Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Talud Sungai Winongo Sepanjang 40 Meter di Ngampilan Longsor, Ancam Tiga Rumah Warga, Begini Kronologinya

Iwan Nurwanto • Jumat, 29 November 2024 | 00:13 WIB

 

 

Sebuah talud Sungai Winongo tepatnya di RT.5/RW.1,  Ngampilan, Kota Jogja longsor pada Kamis (28/11). Meskipun tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu, longsornya talud mengancam sejumlah rumah
Sebuah talud Sungai Winongo tepatnya di RT.5/RW.1, Ngampilan, Kota Jogja longsor pada Kamis (28/11). Meskipun tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu, longsornya talud mengancam sejumlah rumah

 

 

JOGJA - Sebuah talud Sungai Winongo tepatnya di RT.5/RW.1,  Ngampilan, Kota Jogja longsor pada Kamis (28/11). Meskipun tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu, longsornya talud mengancam sejumlah rumah di wilayah tersebut.

 

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengatakan, peristiwa talud longsor itu terjadi sekitar pukul 14.00. Penyebabnya, karena ada retakan  pada resapan air dan bak kontrol ipal komunal retak di sekitar talud.

 Baca Juga: Aset Tanahnya Terdampak Tol Jogja-Bawen, Pemkot Magelang Dapat UGR Rp 832 Juta

Menurut Darmanto, longsornya talud  itu juga disebabkan adanya hujan deras yang terjadi di Kota Jogja sejak pagi hingga siang hari. Adapun talud yang longsor memiliki panjang 40 meter, ketinggian 12 meter, serta lebar satu meter.

 

Dia memastikan, tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Namun talud longsor mengancam tiga rumah tinggal di atasnya. Meliputi runah milik Tc. Hartati;68 dan rumah milik Wardoyo dan Sri Yunani;70 yang beralamat di Ngampilan NG 1/123 RT. 05/ RW. 01."Untuk assessment kami lakukan distribusi bantuan terpal dan permakanan serta koordinasi evakuasi bersama warga,” ujar Darmanto dalam laporannya, Kamis (28/11).

 Baca Juga: Dinamika Politik di Sleman Tinggi, Bawaslu DIY Mendapati Laporan Dugaan Politik Uang

Menghadapi berbagai potensi bencana di musim penghujan, dia menyatakan, bahwa BPBD Kota Jogja sudah mengeluarkan SE Nomor: 100.3.4.4/1865. Edaran tersebut sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman selama musim penghujan.

 

SE tersebut akan berlaku selama puncak musim hujan diperkirakan mulai Desember 2024 sampai dengan Februari 2025. Dimana dengan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang mengakibatkan hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan banjir.“Menghadapi cuaca ekstrem kami menghimbau kepada seluruh warga Kota Jogja untuk meningkatkan kapasitas mitigasi bencana dengan mendeteksi setiap potensi kerawanan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya,” terang Darmanto. (inu)

Editor : Din Miftahudin
#talud ambrol #BPBD Kota Jogja #musim hujan #Longsor