JOGJA – Sejak pemilhan kepala daerah (Pilkada) langsung pada 2005 lalu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya bisa mendudukan kadernya sebagai Wali Kota Jogja. Pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan diketahui unggul dari segi perolehan suara.
Hal itu berdasarkan data Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Daerah PDI Perjuangan DIJ. Dari total 99 persen total suara masuk, paslon Hasto-Wawan mendapatkan 81.901 lebih suara. Sebelumnya PDIP pernah juga menempatkan kadernya Imam Priyono di Balau Kota Jogja. Tapi sebagai wakil wali kota mendampingi Haryadi Suyuti dalam pilkada 2011 lalu. Pilkada berikutnya, Imam Priyono yang dipasangkan dengan Achmad Fadhli kalah dari Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi.
Pilkada kali ini PDIP sendirian mengusung Hasto-Wawan. Paslon Heroe Poerwadi-Sri Widya Supena diusung oleh PAN, Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Hanura, Partai Garuda, dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Sedang Afnan Hadikusumo dan Singgih Raharjo diusung oleh Partai Golkar, PKS, Gerindra, PPP dan PKB.
Terkait capaian di pilkada 2024, Hasto mengatakan, capaian lebih dari 40 persen menurutnya diluar ekspektasi. Sebab dalam kontestasi pilkada, dia sendiri hanya mempunyai waktu sekitar 50 hari untuk kampanye. “Saya bersyukur dan itu di atas ekspektasi saya, karena saya tidak sempat mencari koalisi mencari wakil, semua mekanisme itu tidak saya lalui,” ujar Hasto di kantor DPC PDIP Kota Jogja, Rabu (27/11).
Mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu akan syukuran dengan bergotong royong. Kemudian apabila ada rejeki lebih, dia juga berjanji menyelesaikan permasalahan sampah yang saat ini dihadapi masyarakat Kota Jogja.“Rasa syukur saya akan saya wujudkan dengan menyentuh pada yang paling lemah, kalau syukuran makan-makan kan sudah biasa,” ungkap Hasto.
Calon Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi justru mendapatkan hasil jeblok di kandangnya sendiri TPS 001 Kotabaru. Anggota KPPS TPS 01 Kotabaru Septi Trisnalia mengungkap, Heroe-Pena meraih 59 suara. Kalah jauh dari Hasto-Wawan dengan perolehan 82 suara, namun masih lebih tinggi dari Afnan-Singgih yang hanya meraih 32 suara.
Sementara itu, paslon nomor urut tiga Afnan-Singgih unggul di Kampung Kauman, Ngupasan, Gondomanan. Dari informasi yang diterima Radar Jogja, Afnan-Singgih unggul pada empat TPS di wilayah tersebut. “Apapun hasilnya yang ikhtiar dan berusaha,” terang Afnan saat seusai menggunakan hak suaranya di TPS 008 Ngupasan. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo