JOGJA - Pelayanan Dinas Kepndudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja tetap buka ditengah libur proses pemungutan suara. Karyawan yang bertugas dibuat shifting, pengabdian tanpa ada tambahan uang lemburan.
Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto mengapresiasi kinerja pegawai Disdukcapil Kota Jogja yang mau bertugas disaat hari libur pemungutan suara. Tugas dan fungsi Disdukcapil berjalan dengan baik, bahkan antusias warga Kota Jogja yang mengurusu administrasi kependudukan malah lebih banyak daripada hari kerja biasanya."Mereka (petugas) siap melayani manakala di hari ini ada yang ingin mencetak KTP untuk kebutuhan pemungutan suara," ujarnya saat ditemui di Kantor Disdukcapil Kota Jogja, Rabu (27/11).
Sugeng juga mengatakan para petugas Disdukcapil tidak mendapatkan tambahan pendapatan walaupun masuk pada saat hari libur. Maka dari itu, ia menyebut itu merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat."(Tambahan pendapatan) libur dan lembur ga ada, bener-bener mereka pengabdian meskipun masuk tambahan kerja tetep tidak ada. Memang aturannya seperti itu, temen-temen juga tidak menuntut," tuturnya.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki menambahkan pelayanan dibuka 07.00 - 13.30 WIB. Pelayanan yang dibuka diantaranya cetak KTP-EL baik karena rusak atau hilang, rekam KTP-EL, pindah data, perubahan atau update data KK, Aktivasi identitas kependudukan digital, akta kelahiran dan kematian."Ada delapan layanan dengan membuka delapan loket," ujarnya.
Petugas yang berjaga dinagi menjadi dua shift yakni pagi dan siang. Hal itu untuk memberikan kesempatan kepada pegawai agar bisa memberikan suaranya dalam Pilkada 2024."Antusias tinggi, bahkan sebelum pukul 07.00 sudah ada yang mengantre disini," tuturnya.
Mayoritas warga yang datang untuk keperluan mencetak KTP EL. Beberapa di antaranya juga merupakan pemilih pemula yang hari ini berusia 17 tahun."Total ada 10 orang, 1 orang proses pindah ke Jakarta, dua belum rekam KTP El dan tujuh sudah rekam KTP El namun baru satu yang cetak KTP El," jelasnya.
Dari sepuluh pemilih pemula itu, baru satu yang melakukan cetak KTP. Padahal perekeman KTP El bisa dilakukan sejak usia 16 tahun. Walaupun nanti cetak KTP nya ketika sudah berusia 17 tahun. "Kami sudah jemput bola di sekolah dan kelurahan untuk melakukan sosialisasi namun masih ada yang belum rekam KTP El, makanya ini kami tunggu," bebernya.
Septi memperkirakan warga yang datang untuk mengurus administrasi kependudukan mencapai 300 lebih hingga pukul 10.30 . Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga jam pelayanan tutup."Dari tadi ramai bahkan yang berdiri banyak, sampai kami mengekuarkan kursi. Pukul 08.00 WIB tadi paling banyak karena mungkin mau menuju ke TPS sedangkan KTP nya rusak atau hilang," jelasnya. (oso/din)
Editor : Din Miftahudin