JOGJA – Pemerintah Indonesia terus berkomitmen memberikan dukungan yang kuat bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama dalam perekonomian nasional. Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah melalui pemberian subsidi bunga untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
Baca Juga: Jumlah Penumpang Kereta Api di Daop 6 Jogja Naik 12 Persen Saat Pilkada 2024, Kenaikan Sudah Sejak H-2 Pemungutan Suara
Langkah ini diharapkan dapat mendorong UMKM agar lebih berkembang, berdaya saing, dan dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.
Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIJ mencatat, hingga 31 Oktober 2024, total penyaluran KUR di DIJ telah mencapai Rp 4,68 Triliun. KUR tersebut telah diterima oleh 86.500 debitur.
Baca Juga: Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Bank BPD DIY Salurkan Bantuan Bibit Tanaman Buah
Kepala Kanwil DJPb DIJ Agung Yulianta mengatakan, penyaluran KUR ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat seberapa besar dukungan pemerintah terhadap sektor UMKM. Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul tercatat sebagai dua daerah dengan penyaluran KUR terbesar di DIJ. "Sesuai dengan banyaknya UMKM yang terdapat di kedua kabupaten tersebut,” katanya, kemarin (27/11).
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Keluarga, Bank BPD DIY Bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraaan Keluarga (TP PKK) Gelar Pelatihan Kewirausahaan
Kabupaten Sleman, hingga akhir Oktober 2024, penyaluran KUR telah mencapai Rp 1,46 Triliun kepada 23.999 debitur. Di Kabupaten Bantul, penyaluran KUR tercatat sebesar Rp 1,28 Triliun kepada 23.269 debitur.
"Penyaluran (KUR) lebih banyak terkonsentrasi di Sleman dan Bantul yang menjadi pusat bagi banyak pelaku UMKM. Kami harap dengan terus meningkatnya jumlah debitur yang mendapatkan KUR, semakin banyak UMKM yang bisa berkembang," ujar Agung.
Baca Juga: Program UMi dan KUR banyak Dimanfaatkan Pelaku UMKM yang Minim Modal, Ini Besarannya
Berdasarkan sektornya, perdagangan besar dan eceran masih mendominasi penyaluran sampai dengan akhir Oktober 2024. Jumlah penyaluran KUR sebesar Rp 1,79 Triliun atau 38,23 persen dari total penyaluran KUR di DIJ. Kemudian, disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan dengan penyaluran sebesar Rp 1,03 triliun atau 21,93 persen.
Agung menuturkan, terkait penyaluran UMi, realisasi penyaluran UMi sampai dengan 31 Oktober telah mencapai Rp 50,85 Miliar. Jumlah itu telah disalurkan kepada 11.992 debitur. "Berdasarkan per wilayah kota/kabupaten, penyaluran UMi terbesar terdapat pada Kabupaten Bantul yang tersalur Rp 16,63 Miliar kepada 3.736 debitur," tuturnya. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin