Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Intens di November dan Low Season Pengaruhi Trafik Wisata, GIPI DIY Optimalisasi Momen Jogja Cultural Wellness

Fahmi Fahriza • Minggu, 24 November 2024 | 03:30 WIB

 

Ilustrasi wisatawan yang datang ke Malioboro Jogja dalam momen long weekend 15/9/2024.   (Guntur Aga/Radar Jogja)
Ilustrasi wisatawan yang datang ke Malioboro Jogja dalam momen long weekend 15/9/2024. (Guntur Aga/Radar Jogja)

JOGJA - Curah hujan mulai turun secara intensif hingga pertengahan November ini. Hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi beberapa sektor krusial, tak terkecuali pariwisata.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie menuturkan, hujan tersebut benar berdampak pada trafik wisata di DIY.

"Ditambah, secara pola bulan Oktober sampai November merupakan low season kunjungan wisata ke DIY," katanya, Sabtu (23/11/2024).

 Baca Juga: Kementerian Kebudayaan Optimis Usulkan Rendang Ke UNESCO: Biar Gak Dicolong Malaysia?

Dalam upaya mempertahankan sektor wisata agar tak mati suri, Bobby menilai bahwa semua agenda berbasis wisata perlu didorong seoptimal mungkin.

"Termasuk Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2024, yang digelar akhir November 2024 ini untuk mendongkrak kunjungan wisata," ungkapnya.

Ia menyampaikan, bahwa JCWF jadi salah satu event yang secara konsisten diupayakan oleh GIPI untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Utamanya melalui penguatan pasar wellness.

Adapun beberapa agenda yang akan terangkum dalam JCWF tersebut meliputi, walking meditation di kawasan Jero Beteng, meditasi, kuliner sehat, healthy eat, hingga SpoGomi yaitu olahraga sambil mengumpulkan sampah. "JCWF ini jadi momentum penting untuk menyiasati low season di November," paparnya.

Diakuinya, penggabungan dari aspek warisan budaya dengan tren wellness global yang tersaji dalam JCWF, akan memberi pengalaman yang unik dan baru. Dia juga berharap, ini jadi momentum para pelaku industri lokal, agar bisa mengenalkan produk dan jasa mereka kepada pasar wellness yang lebih luas.

 Baca Juga: Kementerian Kebudayaan Optimis Usulkan Rendang Ke UNESCO: Biar Gak Dicolong Malaysia?

 

"JCWF ini penting untuk meningkatkan kesadaran soal wellness berbasis budaya dan berkelanjutan," pesannya.

Sementara menyoal kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama low season, Bobby memproyeksikan, mereka yang berkunjung akan didominasi turis dari negara-negara yang punya penerbangan langsung ke DIY. "Seperti wisatawan dari Malaysia, dan juga Singapura," bebernya.

Selanjutnya, momen low season di DIY ini juga dimanfaatkan secara maksimal oleh Sukarno. Wisatawan asal Surabaya ini mengaku justru punya banyak kesempatan mengeksplorasi tempat wisata, dengan tidak terlalu ramai.

"Ada urusan kerja di Jogja, tapi saya sengaja datang lebih awal untuk wisata dulu dengan istri," ujarnya.

"Saya tahu ini mulai hujan, tapi tidak masalah. Justru enak karena tidak terlalu ramai seperti saat liburan sebelumnya," sambungnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#oktober #mempengaruhi #intensif #Jogja Cultural Wellness Festival #curah hujan #Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) #low season #kuliner sehat #Pariwisata #DIY #pertengahan #november #event #Sektor #JCWF #Wisatawan #Bobby Ardyanto