Tim tinju DIY berhasil memboyong total lima medali yang terdiri dari satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu di ajang Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2024 Zona II dan Zona III, yang diselenggarakan di Solo beberapa waktu lalu.
Lima medali tersebut dipersembahkan oleh Galuh Candra Rahmadani yang berhasil menjadi juara satu pada kelas 63 kg putri, lalu M. Fadel yang berhasil menjadi juara dua kelas 48 kg putra, Isabela Khusnul Shafina Suares yang juga berhasil menempati juara kedua pada kelas 57 kg putri, Imanuel Deva Hendi Pranata yang berhasil menduduki juara ketiga pada kelas 54 kg putra, dan Ageng Habibullah yang menjadi juara tiga pada kelas 63,5 kg putra.
Dari kelima atlet tinju DIY yang berhasil menyumbangkan medali tersebut, hanya tiga atlet yang berhak lolos ke ajang Popnas. Ketiga atlet tersebut yakni, M. Fadel, Isabela Khusnul Shafina Suares, dan Galuh Candra Rahmadani. Sementara untuk dua atlet lainnya, Ageng Habibullah dan Imanuel Deva Hendi Pranata belum bisa melanjutkan perjalanannya menuju ke Popnas mendatang.
Ketua Pengda Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DIY Gandung Parjiyono mengaku sangat bangga dan bersyukur atas capaian yang berhasil diraih oleh para petinju pelajar DIJ di Pra Popnas tersebut. Baginya prestasi tersebut sudah sangat luar biasa."Saya sungguh senang dengan prestasi ini. Artinya olahraga tinju di DIY saat ini sudah tidak kalah dengan daerah-daerah lain," ujarnya, Selasa (19/10).
Parjiyono berharap supaya prestasi yang berhasil diraih oleh para atlet tersebut bisa memotivasi para atlet-atlet pelajar DIY yang lain supaya bisa terus bersemangat dan bisa menjadi bibit-bibit atlet tinju yang unggul untuk DIY di masa yang akan datang. Dengan prestasi itu juga ingin olahraga tinju bisa lebih diminati dan bisa lebih berkembang lagi, khususnya di DIY. "Karena saya yakin di DIY sendiri banyak bibit-bibit atlet tinju yang berbakat," ungkapnya.
Secara keseluruhan tim tinju DIY mengirimkan total sembilan atlet untuk berlaga di ajang Pra Popnas Zona III, Solo beberapa waktu lalu itu. Akan tetapi dari sembilan atlet tersebut hanya tiga atlet yang berhasil lolos melaju ke Popnas. Lima atlet lainnya belum bisa maju ke Popnas karena belum mendapat hasil yang maksimal, dan ada satu atlet yang gugur tidak bisa bertanding lantaran usianya masih kurang. (ayu).
Editor : Din Miftahudin