Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BEI DIY Ambil Bagian Tangani Judi Online Fokus Edukasi Investasi di Kalangan Anak- Anak

Gregorius Bramantyo • Senin, 18 November 2024 | 02:01 WIB

 

 

ILUSTRASI JUDI ONLINE
ILUSTRASI JUDI ONLINE

 

JOGJA – Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY menyebut, korban judi online sudah menyasar kalangan anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), pemain judi online usia anak-anak jumlahnya sebesar 80 ribu atau 2 persen.

Kepala BEI DIY Irfan Noor Riza mengatakan, anak-anak yang terpapar judi online mulanya berawal dari game online. Sebagian di antaranya menggunakan dana dari pinjaman online untuk bermain judi online. Indonesia sedang darurat judi online. Maka perlu penanganan dari lintas sektor. “Kami ambil peran dalam melakukan sosialisasi investasi yang benar, salah satunya di pasar modal,” ujarnya, Minggu (17/11/2024).

 Dia menerangkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperbanyak Galeri Investasi (GI) di Indonesia dan DIY. Termasuk GI Syariah. Menurutnya, keberadaan GI tidak hanya berperan sebagai tempat edukasi pasar modal saja. Namun juga untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

 Di DIY saat ini ada 48 GI. Empat di antaranya GI Syariah yang berada di kampus dan komunitas. Tujuannya menumbuhkan literasi dan inklusi di pasar modal.

 Irfan mengatakan, GI terus berkembang menjadi pusat data pasar modal sekaligus pusat pengabdian masyarakat. Hal ini didorong oleh adanya program pengabdian yang dimiliki kampus, serta keberadaan desa dan SMA/SMK binaan yang dapat dijadikan lokasi GI satelit. "GI juga kami kembangkan sebagai pusat magang bagi mahasiswa dan mencetak duta-duta pasar modal," tambahnya.

 Melalui GI, kata Irfan, literasi dan inklusi keuangan dapat ditekankan. Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Industri Jasa Keuangan (IJK) melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat. "Harapannya pengguna judi online ini bisa turun," harapnya.

 Dia menuturkan, BEI DIY membentuk kelompok studi pasar modal di kampus-kampus hingga komunitas. Serta bersinergi membuat program finance for kids bersama duta pasar modal, baik konvensional dan syariah. “Juga kolaborasi dengan berbagai pihak terkait sosialisasi dan edukasi,” ucapnya. (tyo)

Editor : Din Miftahudin
#judi online #judol #ppatk #bursa efef indonesia #DIY #anak usia di bawah 11 tahun