Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

178 Peserta Asing Akan Susuri Keindahan Alam DIY melalui Ajang JIHW, Ini Tanggal Pelaksanaannya

Rizky Wahyu Arya Hutama • Jumat, 15 November 2024 | 03:03 WIB

 

Para peserta saat mengantre melakukan registrasi JIHW
Para peserta saat mengantre melakukan registrasi JIHW

 

 

JOGJA - Sebanyak 178 peserta asing dari 17 negara ikut ambil bagian dalam  Jogja International Heritage Walk (JIHW) yang ke-13. Acara  yang akan berlangsung di dua tempat yakni di Desa Pentingsari, Sleman dan Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul ini dihelat  16 dan 17 November 2024.

 Baca Juga: Pemprov DIY Apresiasi Perjuangan Para Atlet PWI DIY, Berhasil Masuk Lima Besar di Porwanas 2024

Wakil Ketua Jogja International Heritage Walk (JIHW) Dahlia Puspasari menjelaskan JIHW ini telah mendapatkan pengakuan internasional dengan dua lisensi bergengsi dari International Marching League (IML) yang berbasis di Belanda dan Internationaler Volkssportverband (IVV) dari Jerman. Kedua organisasi tersebut memiliki anggota 32 dan 37 negara. Yogyakarta atau Indonesia ini menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang berhasil mendapatkan lisensi tersebut.

 Lisensi itu memiliki standar jarak tempuh minimal 40 km dalam dua hari. Akan tetapi, kami juga menawarkan 5 km dan 10 km (Fun Walk). "Sehingga kedua lisensi ini pun menunjukkan kualitas JIHW sebagai kegiatan yang bersifat global dan bergengsi di dunia internasional," katanya, Kamis (14/11).

 Tahun ini, Jogja International Heritage Walk mengusung konsep Intimate Walking. Bentuk dari konsep tersebut adalah berjalan rekreasi yang membawa peserta lebih dekat dengan warisan budaya dan keindahan alam di Yogyakarta.

Para peserta akan diajak menjelajahi rute jalan kaki yang tak hanya menampilkan pemandangan memukau. Tetapi juga menyajikan pengalaman mendalam bersama masyarakat lokal. "Konsep ini tidak hanya mengajak berjalan, tetapi juga membuka ruang untuk refleksi dan apresiasi terhadap kekayaan warisan budaya yang ada, menciptakan kenangan yang mendalam dan hubungan emosional dengan tempat dan orang-orang yang ditemui sepanjang perjalanan," jelas Dahlia. 

 Baca Juga: Usung Tagline NgeJazz Tanpa Ngasorake, Ngayogjazz 2024 Digelar di Sanden Bantul, Ini Tanggal Mainnya

Menurut Dahlia, acara JIHW ini juga selalu berupaya untuk menjadi acara yang ramah lingkungan, dengan cara fokus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kesadaran akan pelestarian alam. "JIHW pun memiliki visi dan misi untuk terus mendorong majunya promosi pariwisata dan warisan budaya Indonesia ke kancah internasional," ujarnya. 

 Baca Juga: Gubernur DIY HB X Berikan Kado Pohon Sawo Kecik dalam Peringatan HUT Ke-79 Korps Brimob Polri

Sementara Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto menjelaskan pada JIHW yang ke-13 ini para peserta asing dan peserta lainnya akan dilewatkan di rute pedesaan. Di mana menurutnya rute pedesaan dan menyusuri budaya-budaya yang ada itu menjadi hal yang sangat luar biasa bagi para peserta."Insya Allah ini nanti juga akan memberikan dampak yang sangat luar biasa untuk DIY," tegasnya. (ayu).

 

 

Editor : Din Miftahudin
#Yogyakarta #Fun Walk #JIHW #sport tourism