JOGJA – PT Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi per 1 November 2024 kecuali untuk Pertamax. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menilai kebijakan kenaikan harga terhadap komoditas yang dikonsumsi rumah tangga, termasuk BBM, akan berpengaruh terhadap inflasi.
Baca Juga: Misteri Mistis Tol Cipularang: Akses Cepat Jakarta-Bandung yang Dipenuhi Kisah Horor dan Sosok Gaib, Simak Ceritanya!
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, meski yang naik adalah untuk BBM non subsidi, namun pengaruhnya cukup signifikan pada inflasi. Dia menyebut, andil bensin adalah yang tertinggi terhadap inflasi di DIY. Meski begitu, pihaknya masih akan meninjau lebih jauh lagi terkait pengaruh kenaikan harga BBM non subsidi terhadap inflasi pada November 2024.
“Perlu dilihat lagi apakah kenaikan ini berlaku sepanjang bulan atau akan ada penurunan lagi di akhir bulan nanti,” ujarnya, Rabu (13/11/2024).
Baca Juga: PSS Sleman Kembali Kena Sanksi Registration Ban dari FIFA, Kenapa?
Herum mengungkapkan, kebijakan kenaikan harga terhadap komoditas yang dikonsumsi rumah tangga akan berpengaruh terhadap inflasi. Tidak hanya BBM saja, namun juga tarif dasar listrik, tarif PDAM, minyak goreng, dan gula. Dikatakan, kenaikan harga BBM pada awal November kemarin bisa saja mempengaruhi laju inflasi di DIY.“Inflasi atau deflasi itu tergantung total rata-rata konsumsi. Awal bulan naik, tapi mungkin nanti di minggu ketiga atau keempat turun. Sehingga perlu dilihat keseluruhan bulan,” jelasnya.
Sebelumnya, DIY pernah mengalami inflasi yang cukup tinggi pada 2022 lalu dengan mencapai 6,49 persen. Laju inflasi pada 2022 lalu dipicu oleh kenaikan Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000. Pada tahun yang sama, harga Solar subsidi juga naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800.
“Kalau kebijakan BBM itu berlaku nasional, sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa. Namun jika dilihat di luar kebijakan BBM, inflasi di DIY terjaga,” kata Herum.
Baca Juga: Jelang Nataru 2024/2025, Daop 5 Siapkan 151.614 Kursi untuk Periode 19 Desember sampai 5 Januari Mendatang
Inflasi di DIY pada bulan Oktober 2024 kamrin sebesar 0,09 persen secara bulanan. Sehingga secara tahunan mengalami inflasi sebesar 1,56 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 0,57 persen.
Inflasi di DIY tertahan oleh turunnya harga komoditas transportasi dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen. Jika ditinjau menurut komoditasnya, harga bensin mengalami penurunan dengan andil inflasi 0,07 persen. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin