Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pertumbuhan Ekonomi DIY Melampaui Nasional, Diprediksi Terus Positif, Tantangan Domestik dan Global Perlu Diantisipasi

Gregorius Bramantyo • Kamis, 7 November 2024 | 01:45 WIB

 

 

 

Proyek Strategis Nasional di wilayah DIY memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi DIY.
Proyek Strategis Nasional di wilayah DIY memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi DIY.

 

 

JOGJA – Ekonomi DIY pada triwulan III 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen secara tahunan. Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,95 persen tahunan. Dengan hasil itu, ekonomi DIY melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 4,95 persen.

 Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Ibrahim mengatakan, pertumbuhan ekonomi DIY pada 2024 diperkirakan akan melanjutkan pertumbuhan positif pada kisaran 4,8-5,6 persen secara tahunan. Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi DIY yang berkualitas dan berkelanjutan, menurutnya tantangan yang berasal dari perekonomian global maupun domestik tetap perlu diantisipasi.“Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, dan stakeholder terkait harus diperkuat. Sehingga pertumbuhan ekonomi DIY tumbuh positif, sesuai target yang diperkirakan,” katanya, Rabu (6/11/2024).

 Baca Juga: Dosen UAJY Raih Hibah APTIK 2024 untuk Riset Ekonomi Sirkular di Sektor Pariwisata

Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan III 2024 didorong oleh lapangan usaha industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke DIY seiring periode libur sekolah dan pelaksanaan kampanye dalam rangka pilkada turut memicu pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan yang lebih tinggi. "Utamanya pada industri makanan dan minuman dan lapangan usaha perdagangan," ujarnya.

 Hal itu, kata Ibrahim, dilihat dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan III 2024 sebesar 32,08 persen. Meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 28,54 persen. Lapangan usaha konstruksi tumbuh, sejalan dengan masih berlangsungnya pembangunan proyek strategis nasional tol Jogja-Solo, tol Jogja-Bawen, dan proyek strategis daerah Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Namun, laju pertumbuhan ekonomi DIY tertahan oleh lapangan usaha pertanian yang menurun. “Karena berakhirnya masa panen raya tanaman pangan dan mulai mempersiapkan masuknya masa tanam,” jelasnya.

 Dari sisi permintaan, kinerja investasi tumbuh meningkat sejalan dengan pertumbuhan lapangan usaha konstruksi. Kemudian, kondisi ekonomi yang membaik pasca berakhirnya pilpres juga meningkatkan kepercayaan investor dalam melakukan investasi."Konsumsi rumah tangga tumbuh ditopang oleh kebutuhan makanan dan minuman. Tapi konsumsi rumah tangga termoderasi seiring dengan alokasi prioritas kebutuhan biaya pendidikan," kata Ibrahim. (tyo)

Editor : Din Miftahudin
#survei kegiatan dunia usaha #pertumbuhan ekonomi 2024 #DIY #Bank Indonesia (BI) DIJ